KAB.CIREBON, (FC).- Forum Komunikasi Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) bersama Forum Komunikasi Kasatgas Kabupaten Cirebon (FK3C) menggelar aksi solidaritas di Kantor DPRD Kota Cirebon, Selasa (5/5).
Aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas persoalan yang tengah dihadapi Kuwu Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.
Dalam aksi itu, kedua organisasi menyatakan komitmennya untuk bersatu memberikan dukungan moril guna menjaga marwah dan kehormatan institusi Kuwu. Sikap solidaritas tersebut juga disampaikan melalui pamflet yang beredar di media sosial.
“Demi menjaga marwah Kuwu, kami bersatu memberikan dukungan. Bagi kami, sakit satu adalah sakit semua,” demikian isi pernyataan dalam pamflet.
Selain menyuarakan dukungan, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak berwenang. Di antaranya mendesak proses hukum tegas terhadap oknum anggota DPRD yang diduga terlibat, serta pemberian sanksi setimpal sesuai perbuatan.
Massa juga meminta adanya pemberhentian terhadap anggota DPRD yang dinilai tidak bermoral, tidak beretika, dan berperilaku asusila, sehingga dianggap mencoreng kepercayaan publik, khususnya di Kota Cirebon.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua DPP APDESI yang juga Kuwu Cibogo, Kecamatan Waled, Ahmad Hudori atau Ahud, mengapresiasi langkah FK3C sebagai bentuk solidaritas antarpejabat desa.
“Kami mengapresiasi solidaritas yang dilakukan FK3C sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama Kuwu,” ujarnya.
Ahud juga meluruskan terkait pencantuman logo FKKC dalam pamflet aksi. Menurutnya, meski logo organisasi tercantum, para Kuwu tidak hadir langsung dalam aksi tersebut.
“Logo FKKC memang tercantum, namun Kuwu tidak hadir dalam aksi. Itu hanya sebagai bentuk bahwa FKKC mengetahui adanya kegiatan tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, dukungan terhadap sesama Kuwu tetap dilakukan secara objektif dengan membedakan persoalan pribadi dan yang berkaitan dengan institusi, terlebih jika menyangkut ranah hukum.
“Dukungan ini tetap objektif, kami memilah mana persoalan pribadi dan mana yang menyangkut institusi Kuwu,” tegasnya.
FKKC, lanjut Ahud, juga telah menjalin komunikasi langsung dengan Kuwu Kedungjaya sebagai bentuk kepedulian dan upaya memahami persoalan yang terjadi.
“Kami sudah melakukan komunikasi langsung sebagai wujud kepedulian atas permasalahan yang dihadapi,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post