KUNINGAN, (FC).- Tahap pendaftaran calon komisioner BAZNAS Kabupaten Kuningan memasuki hari ketiga sejak diumumkan pada Kamis (15/1).
Momentum pergantian kepemimpinan ini dinilai sebagai peluang penting untuk memperbaiki tata kelola lembaga pengelola zakat agar semakin profesional dan berdampak luas bagi umat.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kuningan menilai, sudah saatnya BAZNAS Kabupaten Kuningan dipimpin oleh kelompok muda sebagai energi baru dalam pengelolaan dana umat.
Ketua Umum HMI Kuningan, Muhammad Naufal Harits, mengatakan kepemimpinan muda diperlukan agar BAZNAS lebih produktif, inovatif, dan mampu menciptakan lebih banyak agniya baru di Kabupaten Kuningan.
“Sesuai persyaratan minimal 40 tahun. Saya kira usia tersebut cocok untuk memimpin BAZNAS ke depan. Harus yang muda. Kami dorong senior-senior yang masih muda,” ujar Naufal, Sabtu (17/1).
Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki banyak tokoh muda yang kompeten dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi, ulama, pengusaha, hingga aktivis sosial.
“Kuningan banyak tokoh muda yang kompeten. Dari unsur ormas, akademisi, ulama, pengusaha, hingga aktivis. Potensinya sangat besar,” katanya.
Selain faktor usia, Naufal menekankan pentingnya komposisi pimpinan BAZNAS yang merepresentasikan segmen masyarakat potensial pembayar zakat.
Ia menilai unsur perempuan dan pengusaha perlu diperkuat dalam kepemimpinan BAZNAS ke depan.
“BAZNAS ini organisasi terbuka dan profesional. Unsur perempuan dan pengusaha harus diperkuat sebagai penyeimbang tata kelola keuangan agar lebih berdampak, selain dari sisi syar’i,” ujarnya.
Naufal juga menegaskan HMI Kuningan akan mengawal seluruh tahapan seleksi komisioner BAZNAS agar berjalan terbuka, profesional, dan bebas dari kepentingan politik.
“Seleksi yang cepat jangan sampai mengorbankan kualitas dan transparansi. BAZNAS harus melahirkan agniya baru dan mampu mengimbangi pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Kami siap mengawal tahapannya,” tegasnya.
HMI Kuningan menilai kepemimpinan muda berpotensi memperkuat kepercayaan publik, khususnya generasi produktif, untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi yang profesional dan akuntabel.
Selain itu, BAZNAS Kabupaten Kuningan diharapkan semakin mengarusutamakan zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat, bukan sekadar bantuan karitatif, sehingga mustahik dapat mandiri dan bertransformasi menjadi muzaki.
Dengan seleksi yang terbuka dan berintegritas, HMI Kuningan berharap BAZNAS Kabupaten Kuningan dapat tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan kesejahteraan umat yang berkelanjutan.(Angga)











































































































Discussion about this post