KOTA CIREBON, (FC).– Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik menggelar reses sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat, mengenai proses penyaluran aspirasi atau usulan kegiatan pembangunan dalam pertemuan bersama warga Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Lemahwungkuk, Senin (16/3).
Kegiatan reses Legislator Gerindra ini digelar di salah satu kafe di kawasan Jalan Sisingamangaraja tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi terkait berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Fitrah menjelaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai tahapan dan mekanisme pengajuan usulan pembangunan, mulai dari proses pengajuan hingga menjadi paket kegiatan dalam anggaran daerah.
Menurutnya, penjelasan tersebut perlu disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat ketika usulan yang diajukan belum dapat langsung direalisasikan.
“Misalnya untuk usulan kegiatan pada anggaran tahun 2027, saat ini proses pengusulannya sudah ditutup karena sudah dibawa ke tahap berikutnya,” ujar Fitrah.
Meski demikian, ia menegaskan akan tetap berupaya menampung usulan tambahan dari masyarakat apabila masih memungkinkan untuk dimasukkan dalam perubahan anggaran.
“Kalau memang masih memungkinkan, usulan tersebut akan kita upayakan masuk dalam perubahan anggaran. Namun jika belum bisa, maka akan kita dorong untuk dimasukkan pada anggaran tahun 2028,” jelasnya.
Fitrah menilai pemahaman masyarakat terhadap mekanisme penyampaian aspirasi sangat penting agar proses perencanaan pembangunan dapat berjalan lebih transparan.
Ia pun bersyukur karena dalam pertemuan tersebut warga mulai memahami bagaimana prosedur usulan pembangunan dapat diajukan dan diperjuangkan.
Sementara terkait jenis aspirasi yang disampaikan warga, Fitrah menyebut sebagian besar masih berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Seperti perbaikan jalan rusak, kebutuhan air bersih, pelayanan kesehatan hingga kepesertaan BPJS. Semua aspirasi itu sudah kita tampung,” katanya.
Ia berharap berbagai usulan yang disampaikan masyarakat tersebut dapat direalisasikan pada anggaran tahun depan maupun tahun berikutnya, sesuai dengan proses perencanaan yang berlaku.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat, terlebih karena berlangsung di bulan Ramadan yang identik dengan kebersamaan dan silaturahmi. (Agus)












































































































Discussion about this post