KAB.CIREBON, (FC).- Dua desa di Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hingga Selasa (19/5) malam masih terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 40-50 sentimeter. Sekitar 200 rumah dilaporkan terdampak akibat luapan sungai.
Camat Pangenan, Baihaqi, mengatakan banjir dipicu meluapnya Sungai Cimanis akibat tingginya debit kiriman air dari wilayah Kuningan yang diperparah kondisi sungai yang dangkal dan pasang air laut di kawasan pesisir.
“Debit air tidak tertampung karena ada kiriman dari Kuningan, ditambah sore hari air laut pasang dan kondisi sungai juga sudah dangkal,” katanya.
Ia menjelaskan, dua desa yang masih terdampak yakni Desa Rawa Urip dan Desa Pangenan. Warga yang rumahnya terendam sebagian besar mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Pemerintah Kecamatan Pangenan bersama instansi terkait terus melakukan penanganan banjir.
Di antaranya melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyediaan makanan siap saji, kemudian dengan BPBD terkait peralatan pembersihan pascabanjir, serta Dinas Kesehatan untuk kebutuhan obat-obatan bagi warga terdampak.
Selain penanganan darurat, lanjut Baihaqi, pemerintah juga mendorong langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir. Salah satunya melalui normalisasi Sungai Cimanis dan Sungai Kutawuwu hingga ke hilir.
“BBWS juga sudah melakukan survei. Harapannya ada penanganan di bagian hulu, termasuk kemungkinan pemasangan pancang atau pembuatan sodetan agar banjir tidak terus berulang,” ujar Baihaqi. (Ghofar)












































































































Discussion about this post