KAB.CIREBON, (FC).- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Workshop Manajemen Qurban di Kampus 2 UMC, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut diikuti 155 peserta dari berbagai daerah dan kalangan.
Peserta workshop berasal dari mahasiswa, panitia kurban, pengurus masjid, yayasan, hingga masyarakat umum yang bergerak di bidang penyembelihan hewan. Bahkan, peserta terjauh tercatat berasal dari Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Workshop digelar melalui kolaborasi Prodi Peternakan UMC bersama DPC Perkumpulan Juru Sembelih Halal (JULEHA), Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Kabupaten Cirebon, UUT Beef, Graha Yatim dan Dhuafa (Gray), Tirta Jati, Garuda Power Perkasa, Singkong Keju Kang Entis, serta Dewan Masjid Indonesia.
Ketua DPW JULEHA Jawa Barat, Yusuf SZ Ash Shiddiq, menegaskan pelaksanaan kurban tidak boleh dianggap sekadar tradisi tahunan, melainkan ibadah yang memiliki aturan jelas sesuai syariat Islam.
“Qurban itu ibadah tahunan yang berulang. Jangan hanya dianggap tradisi biasa tanpa aturan. Tata cara penyembelihan harus benar agar menghasilkan daging halal dan thayyib,” ujarnya.
Menurut Yusuf, materi workshop meliputi syariat penyembelihan halal, teknik penyembelihan yang benar, hingga penerapan kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Ia menilai masih banyak kebiasaan lama di masyarakat yang belum sesuai standar, terutama dalam teknik merobohkan dan menyembelih hewan kurban.
“Pelatihan seperti ini penting agar pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun semakin baik dan sesuai standar,” katanya.
Sementara itu, Owner UUT Beef, Bastoni, menyebut standarisasi halal menjadi hal penting dalam distribusi daging, terutama karena daging menjadi bahan utama berbagai kuliner khas Cirebon seperti empal gentong, nasi jamblang, dan tongseng.
Ia menjelaskan, UUT Beef saat ini menyuplai kebutuhan daging di wilayah Ciayumajakuning, Tegal, Pemalang hingga Jakarta, termasuk untuk rumah makan, restoran, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Workshop ini menjadi solusi karena masih banyak panitia kurban yang membutuhkan edukasi terkait penyembelihan halal dan manajemen kurban,” ujarnya.
Selain mendapatkan materi, peserta workshop juga menerima perlengkapan berupa pisau pemotong hewan kurban, kaus kegiatan, Al-Qur’an, serta sertifikat resmi dari JULEHA. (Johan)














































































































Discussion about this post