KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah dengan menggulirkan program pengembangan jagung seluas 2.500 hektare.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama operasional antara PT Rumah Tani Nusantara dan Kelompok Tani Mekarsari di Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Selasa (31/3).
Direktur Utama Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, mengatakan program ini menjadi bagian dari gerakan besar pengembangan jagung di Kabupaten Kuningan. Hingga saat ini, realisasi tanam telah mencapai 435 hektare dan akan bertambah 50 hektare melalui kerja sama tersebut.
“Ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi awal dari gerakan besar untuk petani. Kami menargetkan 2.500 hektare, dan berharap sebagian besar dapat terealisasi di Kuningan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komoditas jagung memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol.
Melalui skema kemitraan ini, petani juga mendapatkan kemudahan mulai dari akses permodalan, penyediaan benih dan pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen.
“Petani tidak perlu lagi memikirkan proses pascapanen. Kami yang akan menangani hingga pembelian, sehingga cash flow petani tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
“Ini bukan sekadar kerja sama biasa, tetapi bagian dari upaya besar membangun sistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir. Pangan bukan hanya komoditas, tapi menyangkut kemandirian, stabilitas, dan masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, sektor pertanian harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas teknis. Ia juga mendorong petani untuk bertransformasi menjadi lebih modern dan profesional, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani.
“Kita harus membangun pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga nilai tambah. Dengan pengolahan yang baik, hasil pertanian akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Bupati turut mengapresiasi peran Rumah Tani Nusantara sebagai offtaker yang mampu menjembatani petani dengan pasar, sekaligus memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Silvi Sumanti, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan tidak bisa dicapai jika berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi petani di tengah tren penurunan jumlah petani di Indonesia. Menurutnya, kepastian pasar dan jaminan harga menjadi faktor penting untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Dengan program ini, Kabupaten Kuningan diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai daerah lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Angga)












































































































Discussion about this post