KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan meluncurkan langkah strategis pengendalian inflasi melalui kerja sama Perumda Aneka Usaha (PDAU) dengan PT Rumah Tani Nusantara, dengan menghadirkan program bazar pangan hingga pembangunan Rumah Sayur modern.
Penandatanganan kerja sama tersebut disaksikan langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di ruang kerjanya, Rabu (1/4).
Bupati Dian menegaskan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya konkret menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian.
“Ketika harga tidak terkendali, dampaknya luas terhadap ekonomi, termasuk UMKM. Maka kehadiran PDAU dan Rumah Tani ini menjadi bagian dari solusi, sekaligus operasi pasar murah untuk membantu masyarakat dan menekan inflasi,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, terdapat tiga program utama yang akan dijalankan, yakni bazar pangan rutin di kawasan Car Free Day depan Pendopo yang direncanakan mulai Minggu depan, penawaran suplai pangan ke dapur SPPG, serta pembangunan Rumah Sayur.
Bupati juga menekankan pentingnya peran PDAU sebagai BUMD untuk lebih progresif dalam membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
“PDAU harus berani melakukan terobosan. Potensi pangan kita besar, tapi belum dikelola optimal. Jangan sampai hasil pertanian kita dijual keluar, lalu kita beli kembali,” tegasnya.
Ia berharap, program Rumah Sayur tidak hanya menjadi pusat distribusi pangan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi agrowisata baru di Kabupaten Kuningan.
“Wisatawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga bisa membawa pulang produk pertanian segar dari Kuningan,” katanya.
Direktur Utama PT Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menjelaskan bahwa bazar pangan akan digelar secara berkala, terutama saat Car Free Day, dengan menyediakan sekitar 14 jenis sayur dan buah guna memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau.
Selain itu, pihaknya bersama PDAU akan menyuplai kebutuhan pangan ke sekitar 30 dapur SPPG pada tahap awal, dengan skema pembayaran tempo satu minggu, mencakup berbagai komoditas seperti sayuran, sembako, hingga susu.
Program unggulan lainnya adalah pembangunan Rumah Sayur dengan nilai investasi sekitar Rp2,5 miliar yang akan berlokasi di kawasan Taman Cirendang. Fasilitas ini dirancang sebagai pusat distribusi pangan modern yang bersih, rapi, dan nyaman, dengan target peluncuran pada Mei 2026.
Rumah Sayur nantinya akan menyediakan berbagai komoditas, mulai dari sayuran, buah, telur hingga daging, dengan pasokan yang diprioritaskan dari petani lokal Kuningan.
Melalui program ini, Pemkab Kuningan berharap dapat membangun sistem distribusi pangan yang kuat dari hulu ke hilir, sekaligus menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Angga)












































































































Discussion about this post