KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Citemu melakukan pengurasan empat titik tumpukan sampah liar yang telah menggunung di wilayah Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/1).
Langkah tersebut merupakan respons cepat atas maraknya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar di lingkungan permukiman warga. Persoalan sampah yang selama ini menghantui masyarakat akhirnya mendapat penanganan serius guna mengantisipasi dampak buruk lingkungan, mulai dari pencemaran udara hingga potensi banjir.
Kuwu Citemu, Herintiano, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sinergi yang terjalin antara pemerintah desa dan DLH Kabupaten Cirebon. Menurutnya, pengurasan sampah ini sangat krusial karena tumpukan sampah telah mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada DLH Kabupaten Cirebon, khususnya Bapak Roiman, yang sangat aktif dan peduli memfasilitasi kegiatan ini. Atas nama masyarakat Citemu, kami sangat terbantu dengan pengurasan sampah di kurang lebih empat titik TPS liar,” ujar Herintiano.
Ia mengungkapkan, keberadaan TPS liar tersebut muncul akibat masih adanya sebagian masyarakat yang kurang memiliki kesadaran terhadap kebersihan lingkungan.
“Ini adalah sampah liar dari masyarakat kami sendiri yang masih kurang peduli. Saya berharap dengan adanya pengurasan ini, masyarakat bisa terketuk hatinya untuk lebih menjaga lingkungan. Dampak sampah sangat negatif, mulai dari bau menyengat hingga menjadi penyebab banjir,” tegasnya.
Meski pembersihan besar-besaran telah dilakukan, Herintiano mengakui bahwa tantangan terbesar Desa Citemu ke depan adalah keberlanjutan pengelolaan sampah di tingkat desa.
Ia secara terbuka menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Citemu masih menghadapi kendala serius dalam memaksimalkan pengelolaan sampah rumah tangga, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
“Sejujurnya, kami masih merasa berat dan belum maksimal bergerak di bidang persampahan. Bukan soal alat, tetapi sulitnya mencari orang yang mau terjun langsung menjadi Satgas Sampah,” ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan satgas sangat penting untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga hingga terkumpul di Tempat Penampungan Sementara (TPS) desa sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Padahal, dari sisi sarana dan prasarana, Pemdes Citemu telah berupaya melakukan pengadaan secara mandiri.
“Kami sudah menyediakan kontainer sampah, gerobak sampah, dan fasilitas pendukung lainnya. Namun, kendala utama kami saat ini adalah mencari sosok yang benar-benar peduli dan mau menjadi petugas sampah,” pungkasnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post