Baca Juga: IDI Majalengka Sayangkan KBM Tatap Muka Mulai Digelar
Menurut dia, kebijakan digelar tidaknya sekolah tatap muka tak cukup dengan kebijakan tertulis. Namun, perlu implementasi kebijakan di lapangan untuk meminimalisirnya, salah satunya ada di tangan masyarakat.
Akan tetapi, jika memang banyak masyarakat menghendaki proses belajar tatap buka bisa dilangsungkan, harus dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.
“Di sekolah itu biasanya ruangannya ber-AC dan tertutup, maka harus dibuka agar udara bebas keluar. Jumlah siswanya pun harus dibatasi. Selain itu ruang guru dan kepala sekolah juga harus diperhatikan agar bebas dari penyebaran Covid,” ucapnya.
Sesuai anjuran pemerintah, di sekolah juga harus membiasakan anak-anak mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak.
“Harus memberikan edukasi yang jelas dengan bahasa yang mengena kepada anak-anak. Diberi pengertian jangan saling tukar masker karena gambar maskernya Doraemon atau gambar lainnya,” jelas dia.
Terpisah, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Leuwimunding, Aay Kandar Nurdiansyah, menyebutkan, ada empat sekolah, di antaranya SMK Negeri Leuwimunding, SMP Negeri I, 2, dan 3, masing masing sekolah menginginkan KBM nya diglakukan secara tatap muka.
Dia mengatakan, akan mempertimbangkan terlebih dahulu secara bertahap untuk sekolah yang sudah memenuhi fasilitas protokol kesehatan dan metode belajarnya.
“Kalau semua unsur protokol kesehatan dijalankan, maka permohonan tersebut akan diperrimbangkan,” pungkasnya. (Munadi)
















































































































Discussion about this post