MAJALENGKA, (FC).- Hujan deras mengguyur di hampir seluruh wilayah Kabupaten Majalengka, pada Selasa malam (19/4). Akibatnya, sejumlah wilayah mengalami banjir. Hujan yang turun sejak pukul 16.00 WIB hingga malam ini membuat beberapa titik langganan banjir kembali terendam.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sungai yang melintasi pemukiman tidak mampu menampung debit air, atau tersumbat oleh berbagai jenis sampah yang dibuang sembarangan.
Salah satu lokasi terparah direndam banjir terjadi di pemukiman warga RW/10, Desa/Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka. Ketinggian air di wilayah padat penduduk yang berada di bantaran Sungai Ciputis itu mencapai lutut orang dewasa.
“Kalau di rumah kami itu udah sampai selutut, memang rumah kami dekat sungai jadi airnya cepat masuk rumah,” ujar Yuli Azmi kepada wartawan, Selasa malam (19/4).
Ia mengatakan, air mulai naik dan masuk ke rumah warga setelah hujan mulai mengguyur sekitar 4 jam lamanya. Intensitas hujan yang kian deras menyebabkan volume Sungai Ciputis meluap dan masuk ke pemukiman warga.
Yuli menyampaikan, pemukiman warga di kawasan tersebut itu kerap menjadi langganan banjir tatkala hujan turun lebih dari satu jam.
“Selalu jadi langganan banjir, karena rumahnya yang dekat banget sungai,” ucapnya.
Menurutnya, warga RW/10, khususnya yang dekat bibir sungai sudah terbiasa dengan banjir dan saat hujan mulai turun, warga langsung bersiaga dengan mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
“Barang-barang yang penting (mudah basah), biasanya langsung diselamatkan ke tempat lebih tinggi. Jadi, sebelum banjir biasanya udah bersiaga,” jelas dia.
Terpisah, banjir juga terjadi di Blok Cikamangi Desa Leuweunghapit Kecamatan Ligung. Banjir tersebut disebabkan meluapnya Sungai Cikamangi yang sudah tidak bisa lagi menampung debit air hujan.
Namun banjir yang sempat masuk ke pemukiman warga tersebut tidak terlalu lama, karena selang beberapa jam banjir kembali surut.
“Benar, akibat hujan semalaman sempat air sungai Cikamangi meluap banjir merendam pesawahan. Namun selang beberapa waktu banjir kembali surut,” ujar Kades Leuweunghapit, Didi Suryadi melalui pesan singkatnya.
Sementara, laporan assessmen sementara dari BPBD Majalengka, banjir juga terjadi di Blok Jombol, Desa/Kecamatan Dawuan. Banjir itu merendam jalan desa setinggi lutut orang dewasa.
“Hujan sepertinya rata di beberapa titik, sehingga ada beberapa tempat yang terendam banjir. Seperti di Desa Dawuan yang menggenang jalan desa dan di Desa Kadipaten, ada rumah yang telah dimasuki air,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Majalengka, Indrayanto melalui keterangan resminya yang diterima para awak media. (Munadi)












































































































Discussion about this post