KOTA CIREBON, (FC).- BP Jamsostek mengajak perusahaan yang sudah memasukan kepeserta BPJS Ketenagakerjaan pada karyawannya untuk turut membantu juga memberikan perlindungan sosial bagi pekerja rentan di lingkungan perusahaan dengan menyisihkan CSR.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cirebon, Sudarwotk saat acara sosialisasi Jamsostek Mobile di Swisshotel Cirebon, Rabu (20/4).
Acara yang dirangkai buka puasa bersama bertajuk “Ngabatik” atau Ngabuburit Asik Bersama BP Jamsostek itu dihadiri stakeholder perusahaan di wilayah III Cirebon.
Menurut Sudarwoto, banyak pekerja informal di lingkungan perusahaan seperti tukang bakso, dan pedagang lainnya yang belum terlindungi jaminan sosial. Padahal mereka juga adalah pekerja yang rentan resiko kecelakaan yang tidak terduga.
Untuk itu, pada momen bulan ramadan ini, pihaknya ingin menggugah kesalehan sosial perusahaan dengan menyisihkan CSR untuk mengcover pekerja informal di lingkungan sekitar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Disini kan perusahaan-perusahaan banyak, melalui CSR nya bisa melindungi mereka yang ada di lingkungan perusahaan ini.
Kita menggugah kesadaran sosial buat teman-teman perusahaan supaya coverage perlindungan sosial ini bisa lebih luas,” ujarnya.
Adapun besarnya iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk peserta pekerja informal ini adalah sebesar Rp16 ribu per orang setiap bulannya.
Dengan hanya membayar iuran Rp16 ribu per orang, mereka, para pekerja informal ini akan mendapat manfaat perlindungan sosial yang sama seperti peserta BPJS Ketenagakerjaan dari karyawan perusahaan.
“Kalau misalnya meninggal, akan menerima sama Rp42 juta. Kalau kecelakaan, sama-sama bisa masuk rumah sakit dengan jaminan kita. Tidak ada perbedaan,” tukasnga
“Nama perusahaan juga akan terangkat karena jika tejadi apa-apa nanti perusahaan yang akan menyampaikan ke ahli warisnya,” lanjut Sudarwoto.
Tak hanya kepada perusahaan, para individu pun bisa membantu pekerja informal , seperti Pembantu Rumah Tangga (PRT) misalnya, dan masih banyak lagi pekerja informal lainnya.
“Para ppembantu rumah tangga ini kan kebanyakan belum masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Nah kita akan dorong terus,” tukasnya.(Andriyana)











































































































Discussion about this post