Ketua Bumdes Sumbakeling yang baru, Nana Mulyana mengatakan, dirinya baru beberapa hari menjabat ketua dan sekaligus mengurusi Bumdes Sumbakeling.
Dirinya mengaku kaget ketika mendapatkan laporan pembukuan Bumdes saat peralihan dari kepengurusan yang lama.
“Setelah saya membaca laporan BUMDes dari pengurus sebelumnya, saya kaget dengan pelaporannya dan ada kejanggalan. Yang lebih parah lagi, kas dana BUMDes nol rupiah. Padahal saat pembentukan di tahun 2012, itu ada dana awal sebesar Rp 50 juta di tahap I dan Rp 50 juta lagi di tahap II,” ujarnya.
Begitupun dengan data peminjam, kata dia, tak ada rekapannya. Data peminjam hanya berbentuk kartu pinjaman.
“Tak ada laporan pengembalian, atau angsuran. Yang lebih parah lagi, di laporan pembukuan tahun 2018, tertera ada dana yang diberikan kepada unit usaha Saprotan sebesar Rp90 juta. Tapi tak ada laporan lanjutan, seperti penggunaan dan pengembaliannya,” ujar Nana.
















































































































Discussion about this post