KOTA CIREBON, (FC).- Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, optimistis gelaran Pekan Olahraga dan Seni Daerah Perbatasan (Porsenitas) XIII Tahun 2026 mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Cirebon.
Sebagai tuan rumah ajang yang berlangsung pada 21-26 Juni 2026 tersebut, Kota Cirebon kedatangan ribuan atlet, official, seniman, dan pendukung dari 10 daerah anggota Kunci Bersama.
Kehadiran mereka dinilai menjadi momentum strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner hingga pelaku UMKM lokal.
Menurut Farida, rangkaian peringatan Hari Jadi Cirebon dan pelaksanaan Porsenitas merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Cirebon dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.
“Melalui event Hari Jadi Cirebon, Porsenitas, dan berbagai kegiatan lainnya, kami berharap kunjungan ke Kota Cirebon terus meningkat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada peningkatan PAD,” ujar Farida kepada wartawan, Kamis (25/6).
Ia menegaskan, tujuan penyelenggaraan berbagai event bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah dari sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka), tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami ingin dampaknya dirasakan secara luas. Selain meningkatkan PAD dari sektor horeka, kami juga ingin pelaku UMKM ikut merasakan manfaatnya. Semakin banyak pengunjung datang, semakin besar peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat,” katanya.
Farida juga meyakini pelaksanaan Porsenitas selama lima hari mampu menjadi magnet bagi ribuan tamu dari luar daerah. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai titik Kota Cirebon, termasuk tingginya tingkat hunian hotel dan ramainya pusat kuliner.
“Insya Allah hotel-hotel penuh dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini menjadi kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.
Porsenitas terbukti memberikan dampak langsung bagi sektor perhotelan, kuliner, UMKM, dan berbagai sektor lainnya. Karena itu, kegiatan yang mampu menarik peserta dari luar daerah harus terus diperbanyak,” pungkasnya.
Sementara itu, dampak positif penyelenggaraan Porsenitas juga diakui oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon.
Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki menyebut tingkat okupansi hotel mengalami peningkatan signifikan sejak sehari sebelum pembukaan acara.
“Ini yang sudah lama kami tunggu. Porsenitas memberikan dampak nyata bagi sektor perhotelan di Kota Cirebon,” kata Kiki, sapaan akrabnya.
Menurutnya, rata-rata tingkat hunian hotel selama pelaksanaan Porsenitas mencapai 80 hingga 90 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang umumnya berada pada kisaran 50 hingga 60 persen.
Mayoritas tamu hotel merupakan atlet, official, kontingen daerah, serta keluarga yang turut mendampingi peserta. Tak hanya hotel, peningkatan aktivitas juga dirasakan oleh pelaku usaha restoran dan kafe yang mengalami lonjakan pengunjung selama event berlangsung.
“Cafe dan restoran saat ini sangat ramai. Dampaknya dirasakan hampir seluruh hotel di Kota Cirebon,” ujarnya
Melihat besarnya manfaat ekonomi yang dihasilkan, Kiki berharap Pemerintah Kota Cirebon terus menghadirkan event berskala regional maupun nasional yang mampu menarik kunjungan dari luar daerah. (Agus)











































































































Discussion about this post