KOTA CIREBON, (FC).- Sebagai upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menggelar simulasi kondisi darurat sekaligus sosialisasi keselamatan kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat saat melintasi jalur rel kereta api.
Simulasi kondisi darurat dilaksanakan di dua titik perlintasan. Lokasi pertama berada di JPL 157 petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun yang dijaga oleh petugas dari Dinas Perhubungan. Sementara itu, simulasi juga dilakukan di JPL 153 petak jalan Kertasemaya–Jatibarang yang penjagaannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para petugas penjaga jalur perlintasan (PJL) diberikan pemahaman mengenai prosedur penjagaan perlintasan sebidang yang benar, termasuk tata cara penanganan kondisi darurat. Setelah itu, dilakukan simulasi langsung dengan skenario kendaraan mogok yang menghalangi jalur kereta api.
Pada simulasi tersebut diperagakan langkah-langkah penanganan darurat yang harus dilakukan petugas PJL. Petugas terlebih dahulu melaporkan kejadian kepada PPKA, kemudian berlari menuju arah datangnya kereta api sambil mengibarkan bendera merah sebagai tanda berhenti.
Seluruh tindakan tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan diri sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Selain simulasi tanggap darurat, PT KAI Daop 3 Cirebon juga menggelar sosialisasi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan komunitas pecinta kereta api Indonesian Railfans Preservation Society (IRPS) Wilayah Cirebon.
Sosialisasi dilakukan di beberapa titik perlintasan, di antaranya JPL 157 petak jalan Kertasemaya–Arjawinangun, JPL 153 petak jalan Kertasemaya–Jatibarang, JPL 191 Cangkring, serta JPL Truag di petak jalan Cangkring–Cirebon.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan pendekatan persuasif dan humanis. Petugas bersama komunitas membentangkan spanduk imbauan keselamatan, membagikan stiker keselamatan, serta memberikan edukasi langsung kepada para pengendara yang melintas.
Selain itu, dilakukan pula orasi keselamatan yang mengingatkan masyarakat untuk selalu berhenti sejenak saat sinyal berbunyi atau palang pintu mulai tertutup, menoleh ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi rel kereta api.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
Ia menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga seluruh pengguna jalan.
“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. Melalui simulasi tanggap darurat dan sosialisasi ini, kami ingin membangun budaya disiplin dan kewaspadaan kepada masyarakat,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Pihaknya berharap kesadaran untuk berhenti saat sinyal berbunyi, tidak menerobos palang pintu, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas dapat semakin meningkat.
Muhibbuddin juga mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa perjalanan kereta api memiliki prioritas utama di perlintasan sebidang dengan jalan raya.
“Oleh karena itu, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api serta mematuhi seluruh rambu dan sinyal yang ada,” katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan rel kereta api.
“Jangan memaksakan diri menerobos palang pintu yang sudah atau akan ditutup, tidak berhenti di atas rel, serta selalu patuhi rambu dan arahan petugas. Disiplin dan kewaspadaan merupakan kunci utama dalam meminimalisir potensi kecelakaan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta partisipasi aktif masyarakat, PT KAI Daop 3 Cirebon berharap angka kecelakaan di perlintasan sebidang dapat terus ditekan.
“Dengan demikian, perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat bagi semua pihak, khususnya menjelang masa angkutan Lebaran 2026,” pungkasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post