Sebagai ungkapan rasa syukur dan balas jasa, sejumlah warga yang dikunjungi meminta kesediaan Mas Daniel untuk meletakkan batu pertama pondasi pembangunan rumah mereka.
“Kita ingin memonitor langsung sejauh mana program BSPS ini dilapangan. Termasuk kendala yang dihadapi untuk kemudian dievaluasi. Prinsipnya kita akan terus kawal program BSPS agar berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata dia.
Daniel menjelaskan, pada tahun 2020 ini Kabupaten Indramayu mendapat alokasi sebanyak 1800 unit rumah program BSPS dari Kementerian PUPR RI dengan nilai anggaran yang disalurkan mencapai Rp31,5 miliar.
Besaran bantuan stimulan rumah swadaya untuk kegiatan peningkatan kualitas adalah sebesar Rp17.5 juta perunit rumah. Terdiri dari Rp15 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 guna upah tukang.
Pelaksanaan program BSPS sendiri terbagi dalam dua tahap. Untuk tahap pertama dilaksanakan di 40 desa yang tersebar di 20 kecamatan se-Kabupaten Indramayu dengan jumlah kuota sebanyak 1000 unit rutilahu yang diperbaiki.
Pada pelaksanaannya masyarakat sebagai penerima bantuan juga dituntut untuk berperan aktif dalam setiap proses pelaksanaannya, baik yang bersifat administrasi maupun teknis.











































































































Discussion about this post