KOTA CIREBON, (FC),- Staf Ahli Bidang Ketahanan Nasional Kementrian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko polhukam) Republik Indonesia (RI) Marsekal Muda (Marsda) TNI Ahmad Sajili melakukan kunjungan kerja ke Balai Kota Cirebon, Rabu (30/9).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ahmad Sajili melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Walikota Cirebon yang mewakili Walikota Cirebon, didampingi Sekda Agus Mulyadi.
Dalam pertemuan itu Ahmad Sajili menerima banyak masukan, diantaranya terkait Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Dana transfer, hingga persoalan sampah.
“Walaupun dalam keterbatasan Kota Cirebon tetap berjalan, sehingga kita coba menanggapi keluhannya, yaitu dana transfer kan salah satunya, terus sampah yang saat ini sedang berproses seharusnya 2023 sudah berjalan, nah itu akan kita dorong,” ungkap Ahmad, Rabu (30/9).
Juga, lanjut Ahmad, demi mendukung tujuan pariwisata di Kota Cirebon, akan didorong dan dibantu baik dari pembangunan pelabuhan, SDM, maupun hal lainnya.
“Bagi kita, Kemenko Polhukam poin-poin ini merupakan hal penting dan juga merupakan sebuah komitmen sebab tujuan kita adalah memberikan kontribusi terhadap wilayah-wilayah penyanggah di sekitar ibu kota,” ujarnya
Sebagai staf ahli dari Kemenko Polhukam memiliki tugas mengkoordinasikan yaitu dengan mencari data terkait politik, dan menurutnya Kota Cirebon cukup stabil. Sedangkan untuk keamanan Kota Cirebon karena sebagai jalur lintas antar kota maka perlu difikirkan penataan yang tepat, juga dengan hukumnya.
“Nah, ini bagaimana kita menjembatani hal tersebut untuk bisa memberikan ketentraman dan kemampuan, dan ternyata setelah adanya covid 19 ini, di Kota Cirebon lalu menjadi zona merah, lalu ada keterbatasan area penampung, juga sudah diusahakan alternatif itu salah satu aspek masalah keamanan dan politik kan, dan masalah ini akan ditarik ke Jakarta guna di sinergikan dengan menteri terkait,” ungkap Ahmad.
Terkait masalah transfer dana, ahmad menjelaskan, tidak hanya Kota Cirebon, melainkan ditempat lain pun sama membutuhkannya. Sehingga, untuk saat ini akan mereposisi dana untuk kesehatan terlebih dahulu.
“Ya, kita akan prioritaskan salah satu diantara ekonomi dan kesehatan, ya jelas yang sehat dulu dong. Insya Allah, kalau vaksin sudah bisa diproduksi maka di awal januari kita sudah surplus di bulan maret itu,” tandasnya.
Setelah covid 19 berakhir, Ahmad juga akan segera memfokuskan dan memprioritaskan dana kepada perekonomian. Dengan harapan, perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan dengan cepat sebanyak 5-6 persen
“Jadi, Indonesia ini mampu dengan ekonominya saat ini, juga adanya kredit, koperasi, dan berbagai hal lainnya sedikit terbantu. Sehingga, tidak seperti di Jepang dan Amerika ekonomi Indonesia lebih baik pada saat ini,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC)















































































































Discussion about this post