CIREBON, (FC).- Aktivitas tambang nikel di Kepulauan Raja Ampat memicu polemik. Banyak pihak aktivitas menganggap penambangan bakal memicu krisis lingkungan di kawasan konservasi yang kerap dijuluki sebagai surga terakhir dari timur tersebut.
Di tengah ramainya pemberitaan eksploitasi dan pencemaran lingkungan yang terjadi di Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengambil langkah tegas, dengan mencabut ijin tambang nikel yang berada di kepulauan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Fitrah Malik menyambut dengan bangga, dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas langkah tegas Prabowo Subianto mencabut ijin tambang nikel yang mencemari lingkungan dikawasan Raja Ampat.
Menurutnya, Raja Ampat adalah salah salah satu kawasan yang sudah diakui Dunia dan mendapatkan Sertifikat Penghargaan UNESCO Global Geopark.
“Penghargaan ini bukan sekedar simbolis tetapi merupakan penghargaan prestisius dan tanggung jawab besar, dan dapat membuka peluang besar dalam pelestarian alam, pariwisata, pendidikan, dan penguatan ekonomi lokal dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya,” jelas Fitrah, Rabu (11/6).
Selain itu, lanjut politisi muda Gerindra ini, Raja Ampat juga merupakan salah pusat biodiversitas terkaya di dunia.
Pasalnya, Raja Ampat memiliki keanekaragaman hayati dengan letaknya yang berada di segitiga terumbu karang.
Raja Ampat juga menjadi “laboratorium hidup” untuk studi ilmiah tentang perubahan iklim, adaptasi laut, dan konservasi alam.
“Kami meyakini, seluruh Rakyat Indonesia akan mendukung langkah Presiden Prabowo, dengan mencabut ijin tambang nikel yang mencemari lingkungan. Dan terus mendukung agar kelestarian lingkungan tetap terjaga, terlebih di Raja Ampat,” tandasnya. (Agus)










































































































Discussion about this post