“Belum, jalan saja dulu sama-sama jalan, perlu kajian dulu jangan sampai Tukcing habis dibentuk terus cicing,” jelas Bupati.
Terkait tudingan beberapa pihak yang menuduh Pemda tidak berbuat apa-apa untuk penanganan penanggulangan sosial untuk masyarakat miskin, Bupati berharap semua pihak untuk bersikap arif dan bijaksana, Pemda Kuningan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk penanggulangan sosial untuk masyarakat miskin.
“Hanya tidak mungkin ada satu daerah, satu wilayah, satu negara yang bisa menangani semua persoalan di masyarakatnya, jadi wajar kalau itu muncul-muncul (masalah sosial), ya saya mohon sikapi dengan arif dan bijaksana, kalau kitanya (Pemda) diam seribu bahasa tidak pernah berbuat, baru boleh disalahkan, kita sudah banyak berbuat sesuatu,” lanjut Bupati.
Untuk Gema Sadulur, Bupati mengaku masih menunggu konsep yang jelas terlebih dahulu terkait penanganan bantuan sosial bagi masyarakat dhuafa yang selama ini benar-benar membutuhkan
“Silahkan konsepnya yang jelas dulu,” pungkas Acep
Semoga Perbup terkait Gema Sadulur ini tidak hanya berupa Gema yang tidak berwujud tapi segera terealisasikan, dan lamanya waktu pembahasannya dikarenakan keinginan untuk menciptakan payung hukum yang ‘handal’ dalam penanganan sistematis permasalahan kesejahteraan sosial, bukan dikarenakan ketidakseriusan dalam usaha mewujudkan payung hukum tersebut. (Bambang)














































































































Discussion about this post