MAJALENGKA, (FC).- Sebuah pabrik terbesar yang memproduksi sepatu ternama di Majalengka yakni PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), adalah perusahaan pertama di Kabupaten Majalengka, yang mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik (solar cell) untuk operasional di kawasan industrinya. Hal ini merupakan langkah kemajuan yang sangat pesat menuju energi terbarukan.
Bupati Majalengka, Eman Suherman menyambut gembira saat meresmikan penggunaan “Solar Cell” di PT Shoetown pada Selasa (20/5/2025).
Eman menjelaskan sumber energi listrik di pabrik ini terbagi dua, sehingga kebutuhan listriknya tidak saja tertumpu ke PLN, melainkan dibantu melalui tenaga surya atau memanfaatkan sinar matahari.
“Saya bersama Pak Sekda sangat bangga dengan terobosan yang di kembangkan okeh Shoetown ini, dimana kebutuhan listriknya tidak saja tertumpu ke PLN melain kan juga memanfaatkan penggunaan ‘Solar Cell’. Sehingga di pabrik ini sumber listriknya ada dua, yang pertama dari PLN, dan yang kedua energi hijau terbarukan tenaga surya,” kata Bupati Eman kepada awak media.
Bupati Eman merinci bahwa dari total kuota 17.000 MWp yang diperuntukkan di kawasan Shoetown, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan rekomendasi sebesar 2.500 MWp untuk penggunaan tenaga surya.
“17.000 MWp kuota yang diperuntukkan di sini (Shoetown), PLN memberikan rekomendasi sebesar 2.500 MWp untuk menggunakan tenaga surya. Kita lihat tadi sangat luar biasa, kalau solar cell kan termasuk energi hijau,” ucapnya.
Menurut Bupati, penggunaan tenaga surya ini sangat menguntungkan karena tidak memerlukan bahan bakar, sehingga memberikan rasa nyaman dan tenang dalam operasional perusahaan.
“Tenaga surya (solar cell) ini tidak menggunakan bahan bakar ya, ini akan memberikan rasa nyaman dan juga tenang bagi penggunaan di sini,” ujarnya.
Kedepan untuk perusahaan lain dan keseimbangan energi, Bupati Eman menaruh harapan besar agar langkah PT Shoetown ini dapat diikuti oleh semua perusahaan lain di Majalengka. Ia menyarankan adanya kerja sama dengan PT Solaradian, yang kemungkinan besar menjadi penyedia atau pengelola sistem solar cell ini, untuk memberikan keseimbangan dalam kebutuhan listrik. “Kalau ada strategi baru memanfaatkan kerja sama dengan PT Solaradian, kan ikut memberikan keseimbangan, sehingga kebutuhan tenaga listrik tidak hanya menjadi pusatnya ke PLN, tapi ke PT Solaradian,” jelasnya.
Eman menambahkan perusahaan yang ingin beralih ke tenaga surya tetap harus mendapatkan izin dan kuota dari PLN. “Prosesnya mereka harus ada izin dari PLN diberikan kuota. Ketika di sini diberikan kuota 17.500 MWp daya dukung untuk listrik 2.500 MWp, artinya 15 persen diberikan kuota kepada solar cell,” terangnya.
Bupati Eman berharap virus-virus kebaikan ini, dapat disebarkan kepada perusahaan lain.
“Seharusnya, virus-virus kebaikan ini tersampaikan kepada perusahaan lain, dari pihak Solaradian mungkin mengunjungi industri-industri yang ada di Majalengka,” tuturnya.
Ia pun mengakui bahwa inisiatif ini merupakan yang pertama kali di Kabupaten Majalengka.
“Untuk di Majalengka, saya baru kali ini ya, makanya tadi saya katakan kawasan industri di sini lingkungannya sangat baik, mulai penataan lingkungan dan area hijaunya. Apalagi tadi ada listrik dari PLN, ada juga energi terbarukan yang hijau,” pungkasnya, mengapresiasi upaya PT Shoetown dalam mengintegrasikan lingkungan hijau dengan keberlanjutan energi. (Munadi)













































































































Discussion about this post