MAJALENGKA, (FC).- Sebanyak 41 warga Kabupaten Majalengka, menjadi korban penipuan agen travel umrah bodong. Para korban diketahui berasal dari berbagai desa di 4 kecamatan, seperti Sukahaji, Sindang, Argapura dan Maja. Peristiwa yang dialami warga itu pun telah sampai hingga telinga Bupati Majalengka, H.Karna Sobahi.
Mendengar kabar itu, orang nomor satu di Kota Angin mengaku prihatin. Selain itu, ia pun meminta perhatian kepada masyarakat agar menelusuri terlebih dahulu jejak agen tersebut.
“Sehubungan dengan banyaknya kejadian yang menimpa calon jemaah umrah yang gagal berangkat, saya minta perhatian kepada seluruh masyarakat yang berniat untuk melaksanakan ibadah umrah untuk berhati-hati dalam memilih travel,” ujar Bupati Majalengka H.Karna Sobahi, Senin (13/2).
Bupati Karna juga menegaskan, jangan sampai masyarakat tergiur dengan tawaran harga umrah yang murah. Apalagi dijanjikan kemudahan-kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan.
“Masyarakat jangan tergiur tanpa memiliki informasi lengkap mengenai legalitas dan track record travel tersebut, apakah berpengalaman dalam memberangkatkan para jemaah umrah atau tidak,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Eroh Saroh (55), warga Desa Ciomas, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka menjadi salah satu korban penipuan agen travel umrah di wilayahnya. Ia bersama sang suami bernama Asikin (58) ikut dalam rombongan jemaah dengan niat berangkat ke tanah suci pada Minggu (29/1) lalu, harus gigit jari.
Pasalnya, belum sampai tiba di tempat tujuan, Eroh harus kecewa lantaran agen travel yang seharusnya bertanggung jawab mengantarkan dirinya ke tanah suci kabur. Bersama 41 calon jemaah umrah lainnya, Eroh hanya bisa berangkat sampai Jakarta.
Di Jakarta pun, ia hanya diarahkan untuk menginap di sebuah hotel dekat bandara, tanpa kejelasan kapan berangkat. Eroh pun menceritakan derita yang ia alami selama 10 hari berada di Jakarta tanpa kejelasan.
“Saya berangkat bersama 41 calon jemaah lainnya menggunakan bus waktu Minggu (29/1), pas tiba di Jakarta kami diarahkan untuk menginap di hotel dekat bandara,” ujar Eroh saat ditemui di rumahnya, Sabtu kemarin.
Menurut Eroh, ia awalnya tak curiga terhadap agen travel tersebut. Sebab, sebelum keberangkatan, Eroh diberi perlengkapan umrah, seperti koper, paspor, baju dan lain sebagainya. Namun usai menginap selama 10 hari di Jakarta, para jemaah termasuk Eroh mulai mempertanyakan kejelasan keberangkatan. Tak disangka, sang agen justru sulit dihubungi dan tak lagi tahu keberadaannya.
“Awalnya meyakinkan banget, ngomongnya tuh bikin orang percaya. Selain itu kita juga sudah dikasih koper, paspor jadi kan pikiran jelek gak ada. Tapi setelah 10 hari kita di sana (Jakarta, Tangerang), gak ada kepastian berangkat. Awalnya iya 3 hari pertama di hotel dibayarin difasilitasi, tapi hari keempat ditawarin mau pindah atau tetap di hotel, kalau di hotel bayar sendiri. Ya sudah mending pindah ke kontrakan di Tangerang,” ucapnya.
Selama di kontrakan, segala kebutuhan jemaah ditanggung sendiri. Eroh pun menyebut, biaya yang sejatinya akan digunakan untuk ongkos di Arab Saudi, justru digunakan untuk bayar kontrakan. Belum lagi, makan sehari-hari di sana.
“Hari keempat sampai kesepuluh selama di kontrakan pakai uang sendiri, dari hotel ke kontrakan juga agak jauh naik transportasi online juga sendiri, semuanya sendiri,” jelas dia.
Para jemaah pun akhirnya terpaksa pulang ke rumah dengan perasaan kecewa. Setelah sang agen menghilang saat coba dicari oleh ketua rombongan. Eroh mengaku, saat itu ia terus menangis dengan kenyataan tak bisa berangkat ke tanah suci.
“Setelah sampai rumah saya nangis, karena uang yang telah dikumpulkan selama 3 tahun terakhir hilang, kalau ditotalkan rugi Rp 54 juta, belum lagi biaya selama di Jakarta,” katanya.
Atas insiden itu, Eroh hanya berharap, ia masih bisa berangkat untuk menunaikan ibadah umrah. Sembari pihak kepolisian bisa mengungkap para pelaku yang diketahui berjumlah dua orang, yakni dari PT Sakata yang beralamat di Nagrek, Garut.
“Semoga polisi cepat menangkap pelaku, saya sudah gemas mau tanya kenapa mereka tega nipu gitu,” ujarnya. (Munadi)


















































































































Discussion about this post