MAJALENGKA, (FC).- Bupati Majalengka Eman Suherman menghadiri peresmian Program Sekolah Rakyat (SR) ang diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Peresmian nasional Sekolah Rakyat tersebar di 34 provinsi itu dipusatkan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, dan dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.
Bupati Eman menuturkan, pihaknya juga telah secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Kabupaten Majalengka. Ada 100 orang belajar disana.
Eman menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Bapak Presiden Prabowo betul-betul fokus terhadap generasi bangsa yang akan mengisi masa depan negeri ini. Beliau tidak hanya berbicara, tapi langsung turun tangan, termasuk memastikan anak-anak tidak kekurangan gizi agar tumbuh menjadi generasi hebat,” ujar Eman, Selasa (13/1).
Kepala Dinas Sosial Majalengka, Nasrudin mengatakan, saat ini Sekolah Rakyat rintisan menampung sekitar 100 peserta didik tingkat SMP yang berlokasi di SKB Majalengka.
Menurut Nasrudin, Pemda Majalengka bersama pemerintah pusat akan membangun Sekolah Rakyat (SR) permanen yang direncanakan mulai dibangun tahun ini di Desa Simpeureum, Kecamatan Cigasong.
Sekolah tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 6,3 hektare dan dirancang menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Untuk Sekolah Rakyat permanen, insyaallah dibangun tahun ini. Luasnya 6,3 H. Siswanya 1000 orang untuk tingkatan SD, SMP dan SMA,” kata Nasrudin.
Ia menegaskan, sasaran utama peserta didik Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) Kementerian Sosial.
“Udah berjalan SR rintisan jumlah anak didiknya 100 orang tingkatan SMP tempatnya di SKB Majalengka,” katanya.
Program Sekolah Rakyat terintegrasi dengan Program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat, yang menyasar seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang ekonomi. Selain itu, setiap siswa Sekolah Rakyat mendapatkan dukungan biaya pendidikan sekitar Rp 48 juta per tahun, yang mencakup kebutuhan belajar, pakaian, hingga perawatan diri. (Munadi)











































































































Discussion about this post