KAB. CIREBON, (FC).- Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menegaskan, bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana banjir.
“Masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir. Upaya sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” kata Ikin Asikin, Senin (24/11).
Pihaknya mengimbau, agar warga untuk melakukan langkah pencegahan sejak dini. Beberapa tindakan penting antara lain, menguras dan menutup sarang nyamuk untuk menghindari penyakit DBD.
Membuat sumur resapan sebagai upaya menahan limpasan air hujan. Menyediakan karung pasir untuk penghambat air saat intensitas hujan meningkat. Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana bagi warga di wilayah rawan.
“Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat. Mengamankan peralatan elektronik dari kemungkinan terendam air. Menyediakan bak penyimpanan air bersih. Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan,” kata Ikin.
Menurut Ikin, tindakan-tindakan tersebut mampu mengurangi potensi kerugian saat puncak hujan datang. “Pencegahan adalah langkah paling murah dan paling mudah,” tegasnya.
Saat banjir mengancam, lanjut Ikin, warga diminta tetap tenang dan patuh instruksi petugas. Ketika air mulai naik, warga diminta fokus pada keselamatan, yang pertama, matikan seluruh peralatan listrik untuk menghindari korsleting.
Amankan barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Menampung air bersih sebelum aliran air terganggu. Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.
“Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik. Mengikuti seluruh instruksi dari petugas BPBD atau aparat desa,” katanya.
Ikin menekankan bahwa kepatuhan warga dapat mempercepat proses evakuasi jika dibutuhkan. “Petugas di lapangan bekerja sesuai prosedur. Ikuti arahan demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Usai banjir, masih kata Ikin, masalah tidak berhenti begitu saja. Penyakit pascabanjir seperti leptospirosis, gatal-gatal, dan diare kerap muncul jika kebersihan tidak diperhatikan.
BPBD mengarahkan masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk agar tidak terjadi peningkatan kasus DBD.
Menggunakan kaporit jika sumur terkontaminasi air banjir. Mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga benar-benar mendidih.
Memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum dipasang. Menggunakan sepatu karet dan sarung tangan saat membersihkan rumah.
“Mewaspadai tanda-tanda penyakit pascabanjir. Kondisi gawat darurat segera Hubungi 112,” katanya.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghubungi 112 (bebas pulsa) untuk mendapatkan penanganan cepat ketika menghadapi keadaan darurat. “Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” pungkasnya. (Ghofar)


















































































































Discussion about this post