Dijelaskannya bahwa DD Cikulak Kidul tahun 2020 sebesar Rp1,23 miliar, menganggarkan untuk penanganan covid-19 mengambil 35 persen diperkirakan sekitar Rp418 juta.
Merujuk pada aturan Permendes PDTT alokasi dana tersebut bisa diperuntukkan bantuan kepada 233 KK, sehingga masih ada sekitar 441 KK yang belum mendapatkan bantuan dari manapun.
“Dalam musdesus disepakati untuk seluruh KK di Desa Cikulak Kidul diberi bantuan semua sehingga dari 233 KK penerima, sepakat untuk berbagi BLT DD dengan warga yang belum menerima bantuan,” jelas Nastori.
Lebih lanjut Nastori menjelaskan, dari Rp419 juta alokasi BLT DD Cikulak Kidul, berbagi sama rata untuk 664 KK akhirnya di dapat per KK memperoleh bantuan BLT DD sebesar Rp. 217 ribu, sehingga di Desa Cikulak Kidul tidak ada lagi KK yang tidak mendapatkan bantuan.
Sementara untuk Bantuan Kabupaten (bankab) dalam bentuk bantuan beras, Desa Cikulak Kidul mendapatkan bantuan sebanyak 151 KK, untuk proses penyaluran bankab tersebut lantaran semua KK telah mendapatkan bantuan.
Maka disepakati seluruh masyarakat bahwa Bankab disalurkan untuk masyarakat jompo dan yatim piatu, alasannya karena kelompok masyarakat tersebut hampair sebagian besar tidak memiliki Kartu Keluarga, maka sebagai solusinya mereka harus dibantu namun melalui program Bakab.
“Jompo dan Yatim piatu kebanyakan KK nya menginduk ke saudaranya,maka perlu di beri bantuan, dan kami mengalokasikannya dari program bankab,” pungkasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post