Terpisah, Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Management Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, ketersediaan stok tempat tidur di rumah sakit se-Kabupaten Cirebon baik milik pemerintah Kabupaten Cirebon maupun swasta kondisinya saat ini masih terkendali atau aman.
Dari jumlah tempat tidur ada hanya 64 tempat tidur yang terpakai artinya baru 48 persen terpakai. “Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon,” kata Enny Suhaeni melalui pesan singkatnya.
Jumlah tempat tidur di RSUD Waled berjumlah 18 dan yang terpakai 9 tempat tidur. Sedangkan ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 3 tempat tidur dan belum terisi. Sedangkan RSUD Arjawinangun berjumlah 54 tempat tidur yang terpakai 13 tempat tidur. Sedangkan ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 1 tempat tidur dan lagi terpakai.
“RS Paru sidawangi Prov jabar ada 18 tempat tidur, 4 terisi. ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 5 tempat tidur dan 1 terpakai. Kemudian RS Mitra Plumbon ada 27 tempat tidur, 19 terisi. ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator berjumlah 3 tempat tidur dan 2 terpakai,” jelas Enny.
Kemudian, RS Permata ada 9 tempat tidur, 9 terisi. RS Pertamina ada 11 tempat tidur yang terpakai 9 tempat tidur. RS Sumber Waras ada 6 tempat tidur yang terpakai kosong. RS UMC ada 4 tempat tidur yang terpakai 3 tempat tidur, dan memiliki 1 ICU/HCU atau isolasi dengan ventilator 1 tempat tidur.
“Kemudian RS Sumber Hurip terdapat 2 tempat tidur, RS Jantung Hasna Medika dan RSIA Khalisag pun sama dan semuanya belum terisi,” tutupnya. (Tim/FC)













































































































Discussion about this post