Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi ini pun memastikan bahwa BIJB punya fasilitas dan infrastruktur feasible di sisi udara (air side) maupun sisi darat (land side) untuk mendukung penerbangan dari dan menuju Arab Saudi itu.
Dengan pemanfaatan BIJB itu, imbuh Kiai Maman, BIJB bisa menjadi epicentrum pergerakan ekonomi di Jawa Barat.
Meski begitu ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki untuk menunjang kebutuhan penerbangan internasional seperti fasilitas penginapan crew pesawat maupun aksesibilitas dari dan menuju bandara.
Namun, kata Kiai Maman, perlahan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mengebut pembangunan sarana dan prasarana agar BIJB kian ramai digunakan maskapai penerbangan.
“Ini suatu yang sangat signifikan dari BIJB setelah sebelumnya didowngrade menjadi terminal bengkel biasa, sekarang sudah beralih fungsi kembali menjadi terminal orang walaupun masih ada beberapa keluhan. Di kesempatan ini saya pun memberi apresiasi kepada pemerintah pusat yang terus memperbaiki aksesibilitas dan juga kepada pemda yang telah memperbaiki jalan menuju asrama haji,” kata Kiai Maman menutup.













































































































Discussion about this post