MAJALENGKA, (FC).- Ritual “nyiramkeun” benda pusaka peninggalan Kerajaan Talaga Manggung selalu menyedot perhatian warga. Ritual tersebut diadakan pada Senin (12/9).
Warga rela datang jauh-jauh ke Kabupaten Majalengka, tepatnya ke Museum Talaga Manggung, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, untuk menyaksikan ritual yang hanya diadakan setahun sekali itu.
Tak hanya sekadar menyaksikan ritual nyiramkeun, warga juga memiliki tujuan lain, yakni mendapatkan air bekas pencucian benda-benda pusaka tersebut.
Banyak yang percaya air bekas nyiramkeun bisa mendatangkan keberkahan.
Sehingga, warga rela berdesak-desakan hanya agar bisa mendapatkan air itu. Untuk penggunaannya beragam, bergantung dari masing-masing warga.
Ada yang menggunakannya untuk mencuci muka, diminum, disiramkan di sekitar rumah, atau untuk yang lainnya.
Yang pasti, mereka percaya bahwa air bekas nyiramkeun benda pusaka bukanlah air sembarangan.
Air nyiramkeun pusaka itu baru bisa diperebutkan warga setelah ritual nyiramkeun benda pusaka rampung.
Salah seorang warga Indramayu, Tarmidi mengatakan, kedatangannya adalah untuk mendapatkan air bekas nyiramkeun. Ia percaya, jika mendapatkan air itu maka dirinya akan mendapatkan berkah.
“Air bekas pusaka ini bisa mendatangkan berkah, saya percaya itu. Jadi tadi juga ikut rebutan dengan warga lainnya,” ujar Tarmidi saat ditemui di lokasi, Senin (12/9).
Tarmudi menambahkan, penggunaan air bekas nyiramkeun itu beragam. Ada yang meminumnya, untuk mencuci muka, atau disiramkan ke bagian lain.
“Kalau saya untuk diminum sama nanti untuk disiram ke sawah, biar subur padinya,” ucapnya.
Rasa percaya akan berkah air bekas nyiramkeun juga diungkapkan, Rosih. Perempuan asal Kecamatan Lemahsugih itu rela datang ke Talaga untuk mendapatkan air nyiramkeun.
“Nanti akan dibuat mandi anak, biar anak sehat terus,” jelas Rosih. (Munadi)














































































































Discussion about this post