“ASN itu intinya sebagai pelayan dan mengurusi masyarakat. Ditengah pandemi Covid-19 keberadaan mereka dibutuhkan,” tegasnya.
Nantinya, lanjut Azis, ASN dan pegawai BUMD yang tengah WFH dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil dan akan bertugas berkeliling kota. Mulai dari ruas jalan hingga sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon.
“Tapi saya minta ASN yang ditugasi memberikan sosialisasi juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan. Seperti disediakan masker dan face shield serta diminta untuk menggunakan lengan panjang,” jelasnya.
Pihaknya sudah menugaskan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Pengembangan Pelatihan Daerah (BP4D) Kota Cirebon, Anwar Sanusi untuk menjadi koordinator dan memonitor ASN mana saja yang tidak menjalankan tugas.
“ASN yang sedang WFH dan tidak menjalankan tugas dengan baik tolong dicatat, jika tetap tidak menunjukkan kepedulian, bisa diberikan sanksi administrasi. Bila perlu, penundaan kenaikan pangkat. Ini penting agar ASN kita harus memiliki kepedulian,” cetusnya.
Dengan ASN yang turun langsung mengedukasi masyarakat secara terus menerus setiap hari, Azis berharap tingkat kedisiplinan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan di Kota Cirebon semakin meningkat.
‘Semoga dengan ini masyarakat bisa sadar dan peduli bahwa ia bisa tertular dan menularkan Covid-19 sehingga akan disiplin menjalankan protokol kesehatan,” pungkasnya. (gus)
















































































































Discussion about this post