SUMBER, (FC).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat ada 599 titik kritis sungai. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra. Menurutnya ada ratusan titik kritis itu tersebar di 25 sungai se-Kabupaten Cirebon.
“Penyebaran titik kritisnya merata, tapi yang paling banyak itu Sungai Cimanuk dan Cisanggarung,” kata Dadang Suhendra, Kamis (23/1).
Ia mengatakan, titik kritis di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Cimanuk di wilayah Kabupaten Cirebon totalnya mencapai 109.
Sementara di DAS Cisanggarung jumlahnya hampir mencapai dua kali lipatnya, tepatnya 200 titik kritis. Karenanya, daerah di sepanjang DAS keduanya termasuk rawan banjir, khususnya saat musim hujan seperti sekarang.
Menurut dia, empat kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon menjadi daerah rawan banjir karena berada di sepanjang DAS Cisanggarung.
“Empat kecamatan itu ialah Pasaleman, Ciledug, Pabedilan, hingga Losari,” ujar Dadang Suhendra. Ia mengakui pemukiman warga di sejumlah desa di Kecamatan Losari dan Pabedilan berada di bawah Sungai Cisanggarung. Posisi sungai yang lebih tinggi dibanding pemukiman seperti itu jelas sangat membahayakan masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. (ghofar)








































































































Discussion about this post