MAJALENGKA, (FC).- Ruas Jalan Raya Maja-Cikijing Kabupaten Majalengka, terus menuai sorotan. Pasalnya, sampai saat ini jalan milik Provinsi Jawa Barat itu belum juga diperbaiki dan kini makin rusak parah. Selain terus disorot, jalan tersebut kini memiliki julukan, yakni ‘Jalan Jedag-Jedug‘.
Julukan itu muncul dikarenakan siapa pun yang melintas baik menggunakan kendaraan roda dua maupun empat akan merasakan jedag-jedug. Kondisi seperti itu tentu dikeluhkan hampir sebagian masyarakat yang mana selain memakan waktu lama, juga memicu kerusakan pada kendaraan.
Salah satunya disampaikan warga Kecamatan Talaga, Hermansyah yang setiap hari beraktivitas ke Majalengka Kota. Hermansyah mengaku, dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, dirinya terpaksa harus menambah daftar belanja, untuk persiapan servis kendaraan.
“Sangat dirugikan ya, apalagi kami setiap hari bulak-balik menggunakan jalan ini. Kerusakan kendaraan mobil truk, per sampai patah. Sekarang harus ada budget tambahan karena kondisi jalan yang tidak diperhatikan oleh provinsi ini,” ujar Hermansyah saat berbincang, Rabu (1/3).
Ia pun meminta kepada pihak berwenang agar segera diperhatikan dengan keluhan yang terus disampaikan masyarakat.
“Provinsi tolong perhatikan, tolong lihat, rasakan lah jedag-jedug nya itu. Sepeda motor saya velg nya bingkeng (bengkok) itu, biasanya per bulan cuma ganti oli, sekarang harus biaya perawatan ini itu, habis banyak ini,” ucapnya.
Kondisi jalan juga, sambungnya berdampak terhadap usaha masyarakat sekitar. Pasalnya, di daerah sekitar Kecamatan Maja dan Banjaran mereka biasa beraktivitas mengangkut hasil pertanian dengan menggunakan mobil bak terbuka.
“Banjaran-Maja ekonominya kan pertanian, diangkut pake kolbak (mobil bak terbuka). Kalau jalan nya begini, hancur mobil. Velg nya, per nya pasti kena itu. Hayang ceurik ai dicaritakeun mah (pengen nangis kalau diceritain mah),” jelas dia.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka, Eman Suherman menjelaskan, jalan tersebut kemungkinan akan diperbaiki pada 2023 ini.
“Informasinya saat ini sedang dilakukan lelang. Ya mudah-mudahan bisa diperbaiki tahun ini. Itu kan jalan provinsi ya, jadi kami tidak bisa melakukan apa-apa. Kalau jalan kabupaten, kami bisa segera tangani,” kata Eman.
Sementara, protes kondisi jalan kerap disampaikan warga Majalengka lewat media sosial (medsos). Bahkan di kalangan warganet Majalengka kini populer kata ‘jedag-jedug’ untuk menyebut kondisi ruas jalan Majalengka Kota-Cikijing itu. (Munadi)











































































































Discussion about this post