INDRAMAYU, (FC).- Seorang anak, asal Desa Kaplongan Lor, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Muhammad Ziban (7) terbaring lemah diatas kasur di rumah gubugnya.
Ziban yang merupakan anak semata wayang dari pasangan Ade Iwan dan Dayinah itu, menderita penyakit hidrosepalus atau penyakit kelebihan cairan otak sejak lahir.
Kedua orang tuanya diketahui berasal dari keluarga kurang mampu. Ayahnya hanya seorang pekerja serabutan dan ibunya merupakan ibu rumah tangga, kondisi tersebut membuat orangtuanya tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anaknya.
Bahkan, kedua orang tua ziban sempat pasrah dengan kondisi anaknya tersebut dan hanya bisa merawat Ziban di rumah gubuk yang berdiri di atas jalan Pertamina itu dan berdinding anyaman bambu yang ditambal dengan menggunakan kain agar tidak bocor saat hujan turun.
“Saya tau kondisi ziban ini lewat media sosial, kemudian saya mencari tau keberadaannya dan Alhamdulillah ketemu bersama orang tuanya juga,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Syaefudin saat mengunjungi rumah Ziban.
Syaefudin mengaku kaget dengan kondisi yang diderita Muhammad Ziban, pihaknya pun memohon maaf karena kondisi bocah malang itu luput dari pandangan pemerintah.
Dalam hal ini, pihaknya akan melakukan pembenahan di jajaran pemerintahan terbawah seperti RT, RW, dan pemerintah desa, agar lebih dapat memantau kondisi warga di wilayahnya masing-masing.
“Jangan sampai kejadian seperti ini terjadi lagi,” ujar dia.
Pada kesempatan itu, Syaefudin diketahui langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Indramayu dan Direkrut Umum RSUD Indramayu untuk melakukan upaya penanganan.
Syaefudin juga meminta agar penanganan Muhammad Ziban dilakukan maksimal dan serius.
“Kondisinya ini memang cukup serius dan gak bisa ini dibiarkan saja, harus dirujuk ke rumah sakit dan ditangani dengan serius,” ujarnya.
Ia meyakini, anak semata wayang dari pasangan suami istri Ade Iwan dan Dayinah tersebut masih bisa sembuh.
Selama ini, Ziban diketahui hanya dirawat seadanya di rumah yang kondisinya tidak kalah mengkhawatirkan. “Saya minta Muhammad Ziban ditangani serius. Saya rasa jika ditangani serius ini masih bisa ditangani,” ujar dia.
Berdasarkan keterangan keluarga, Ziban sebenarnya lahir dalam kondisi normal. Namun saat bayi, terdapat benjolan pada kepalanya.
Benjolan tersebut terus membesar hingga sekarang. Disamping itu, tubuh Ziban juga kurus kering dan hanya menyisakan kulit dan tulang. (Agus Sugianto)















































































































Discussion about this post