KUNINGAN, (FC).- Dalam rangka bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional khususnya di lingkungan PT. Pertamina melalui regional Jawa Barat menggelar latihan dan simulasi penanggulangan keadaan darurat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Adelya Permata, di Cipari Cigugur, Senin (27/2).
Simulasi tersebut merupakan upaya antisipasi potensi bahaya yang disebabkan oleh kendala operasional, dimana SPBE menjadi salah satu objek vital nasional yang beperan dalam aktivitas pengakutan dan pengisian tabung Liquefied Pertoleum Gas (LPG) untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Atas dasar itu, Pertamina Regional JBB mengasah kemampuan personel di SPBE agar terlatih dan siaga jika suatu saat harus menghadapi kendala saat operasional berlangsung.
Sales Area Retail Cirebon PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Rainer Axel Gultom mengatakan melalui latihan dan simulasi, diharapkan seluruh personel siap menghadapi keadaan darurat yang tidak terencana.
“Hal ini merupakan upaya Pertamina mengedukasi sekaligus mengasah kesigapan seluruh personel agar dapat melakukan penanggulangan secara cepat dan tepat sehingga bisa meminimalisir dampak keadaan darurat,” ungkapnya.
Pelaksanaan simulasi, lanjut Axel, tetap mematuhi protokol kesehatan meski dilakukan secara langsung di lokasi simulasi. Seluruh pihak pun memiliki peran tersendiri.
Tak hanya tim personel SPBE maupun fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), simulasi juga melibatkan berbagai tim lain baik secara operasional teknis maupun nonteknis, hingga petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), Rumah Sakit dan Kepolisian setempat.
“Dalam simulasi kali ini, turut melibatkan pihak eksternal yang seringkali berada pada garis depan penanganan kondisi darurat. Tujuannya, supaya kemampuan Petugas Pertamina dalam menangani keadaan darurat diimbangi dengan kemampuan berkoordinasi yang baik dengan berbagai instansi terkait,” jelasnya.
Dengan kegiatan Penannggulangan Keadaan Darurat (PKD) ini, Axel berharap tertanamnya pengetahuan tentang penanggulangan keadaan darurat pada personel maupun instansi terkait, kegiatan simulasi tersebut dapat meminimalisir gangguan operasionalisasi Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja merupakan kunci penting keberlangsungan perusahaan dan perlindungan pekerja dalam rangka pencegahan dan keselamatan kerja guna menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, sehat menuju kecelakaan nihil guna peningkatan produktivitas di perusahaan kita cintai ini dapat segera terwujud secara nyata.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh insan SPBE, mitra kerja dan stakeholder yang telah berupaya mempertahankan kinerja keselamatan prosedur kerja untuk mendukung operasional perusahaan dengan tetap menjalankan protokol pencegahan dan keselamatan kerja demi terwujudnya kenyamanan serta keselamatan kita bersama,” ungkap Acep.
Acep juga berpesan, bahwa sebentar lagi akan menghadapi bulan suci Ramadhan, dimana kebutuhan akan bahan bakar gas diperkirakan akan melambung tinggi baik pada penggunaan maupun harga yang di jual, untuk itu, agar SPBE mendorong untuk dapat mengantisipasi kelangkaan gas elpiji, utamanya ukuran 3 KG agar pasokan distibusi kepada masyarakat dapat tersebar secara merata.
“Kami dari pemerintah tentunya akan membantu pada proses pemantauan agar penimbunan-penimbunan gas elpiji dapat ditekan sehingga kelangkaan gas tidak pernah terjadi lagi,” ujar Acep. (Ali)
















































































































Discussion about this post