KOTA CIREBON, (FC).- Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi eksternal kampus HMI, GMNI, KAMMI dan Hima Persis, bergabung dalam Cipayung Plus melakukan demo di gedung DPRD Kota Cirebon, Senin, (5/9).
Dibawah terik matahari yang menyengat, para mahasiswa tiba didepan Kantor DPRD sekitar Pukul 11.30.
Seperti biasa, dalam melakukan aksi unjuk rasa, mahasiswa meluapkan rasa kesalnya dengan membakar ban. Diiringi dengan sejumlah orasi dari masing-masing ketua organisasi. Aspirasi yang diserukan tentunya untuk mengungkapkan rasa kecewa terhadap kebikajan pemerintah.
Ketua HMI Cabang Cirebon Yasir Sutisna, yang mewakili Cipayung Plus menyampaikan, terdapat pertanyaan besar dengan adanya kenaikan BBM.
Pasalnya, dengan turunnya minyak dunia mencapai 90 US Dolar, pemerintah tetap bersikeras untuk menikan BBM bersubsidi. Selain itu solusi dari pemerintah sangat tidak tepat, yang diberikan kepada masyarakat.
“Kami menyampaikan, suatu aspirasi yang menjadi kepentingan masyarakat. Terutama mengenai kebutuhan fundamental hari ini, dengan adanya kenaikan BBM,” ucapnya.
Pemerintah, kata dia, menunjukan sikap tidak pro terhadap masyarakat.
“Untuk itu datang ke sini bukan tanpa bahan kajian, kenaikan BBM ini sangat tidak tepat waktunya Karena dengan turunya minyak dunia yang mencapai 90 US Dolar, itu sangat menjadikan pertanyaan besar untuk kitasemua,” tuturnya.
Setelah orasi disampaikan, mahasiswa yang tergabung dari masing-masing organisasi meminta bertemu Ketua DPRD Kota Cirebon. Untuk bersepakat bersama menolak kenaikan BBM, dengan menandatangani surat perjanjian.
Sementara itu pengamanan dari pihak kepolisian begitu ketat, sehingga menghalangi mahasiswa untuk bertemu Ketua DPRD. Namun mahasiswa tetap memaksa untuk masuk kedalam Kantor DPRD Kota Cirebon, sehingga sempat terjadi dorong-dorongan natar kedua pihak.
Setelah bernegosiasi, akhirnya perwakilan dari mahasiswa diperbolehkan masuk ke halaman Gedung DPRD. Kemudian berdialog dengan Anggota DPRD dari Fraksi PAN Dani Mardani.
“Kami hadir di sini untuk mendengarkan dan menampung aspirasi teman-teman mahasiswa,” tegas Dani.
Namun ucapan Dani ini tidak membuat mahasiswa tenang, mereka tetap menuntut bertemu dengan Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana secara langsung bukan diwakilkan.
Tidak lama setelah itu, hadirlah Ketua DPRD kota Cirebon Ruri Tri Lesmana.
Ruri menyatakan sikap, untuk berkomitmen menyampaikan aspirasi dari mahasiswa. Dan segera disampaikan kepada pemerintah pusat selambat-lambatnya 1 minggu.
“Mayoritars fraksi di DPR menolak kenikan harga BBM. Tentunya ini menjadikan semangat bagi kita semua, untuk menyampaikan aspirasi. Sehingga pemerintah pusat dapat meninjawu kembali ,bahkan membatalkan kenaikan harga BBM. Untuk itu kami akan berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi dari mahasiswa,“ janjinya.
Selain menandatangani surat perjanjian, pihak mahasiswa meminta DPRD untuk membuat video yang berisikan tolak kenaikan BBM.
Hal ini guna dipublikasikan kesemua akun media sosial DPRD Kota Cirebon. Agar hal tersebut menunjukan bahwa DPRD Kota Cirebon, berada bersama pihak masyarakat untuk menolak kenaikan BBM. (Siti Sentiani)















































































































Discussion about this post