KAB. CIREBON, (FC).- Polresta Cirebon menetapkan 16 tersangka kasus bentrokan antara LSM dengan LSM yang terjadi pada Sabtu (16/7) lalu di Kecamatan Palimanan. Penetapan tersebut setelah penyidik melakukan pemeriksan terhadap 41 orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton mengatakan, pihaknya kini sudah menetapkan tersangka kasus penyerangan puluhan anggota LSM AL Jabar ke rumah ketua LSM Laskar Merah Putih (LMP) di wilayah Kecamatan Palimanan beberapa lalu.
“Sebanyak 16 orang sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Mereka memiliki peran yang berbeda. Diantaranya 12 orang melakukan penyerangan dan penganiayaan, 3 orang kepemilikan senjata tajam dan 1 orang pemilik senjata jenis air softgun dan semuanya kini dilakukan penahanan,” kata Anton di Mapolresta Cirebon, Selasa (19/7).
Anton mengungkapkan, pihaknya tetap melalukan pengembangan kasus LSM ini. Menurutnya tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus tersebut.
“Pasti ada tersangka baru. Kami terus lakukan pemeriksaan. Dari 16 tersangka ada beberapanya merupakan petinggi LSM yakni Sekjen dan Panglima,” ucapnya.
Anton menjelaskan, dalam penggrebekan di markas LSM di Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon tersebut petugas mengamankan sejumlah barang bukti milik LSM tersebut. Bahkan ada sejumlah kendaraan yang memang hingga saat ini tidak bisa menunjukan dokumen resmi.
“Ada 18 motor dan tujuh mobil yang kami sita, semua kendaraan tersebut tidak memiliki surat-surat. Jadi kami masih telusuri dari mana kendaraan tersebut,” kata Anton.
Antor mengatakan pihaknya akan menindak tegas LSM maupun sejenisnya yang memang melanggar tindak pidana di wilayah hukum Polresta Cirebon. Bahkan, Ia berharap kepada masyarakat agar melaporkan bilamana ada ancaman maupun perbuatan suatu kelompok yang memang membahayakan orang banyak.
“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap kelompok seperti LSM, geng motor maupun preman yang melanggar hukum, semuanya akan kami sikat, ini demi kenyamanan dan ketertiban di masyarakat,” pungkasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post