Dalam konteks perpolitikan bangsa Indonesia saat ini, muncul pertanyaan secara filosofis yang perlu diajukan. Dimana pertanyaan tersebut adalah, apakah benar partai politik di Indonesia sekarang ini benar-benar berjuang untuk kepentingan bangsa Indonesia dan nasib rakyat Indonesia ?
Apakah yang terjadi pada tahun ini sudah menunjukkan kebangkitan politik di Indonesia pasca Pemilihan Presiden atau Pilpres pada tahun 2019 lalu? Hal inilah sejatinya yang perlu dijawab oleh para elite pemerintahan Indonesia yang membawa suara rakyat. Sementara itu, dari hasil fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sekarang ini mengalami degradasi perpolitikan dan etika dalam mengabdi pada rakyat Indonesia.
Politik di Indonesia bukan lagi ditujukan untuk semangat memperjuangkan nasib seluruh rakyat Indonesia atau untuk memperjuangkan kemakmuran, keadilan, kesejahteraan bagi bangsa Indonesia, melainkan politik di Indonesia lebih menekankan pada individu dan bagaimana cara mengeruk anggaran negara melalui akses kekuasaan politik dan elite politik lebih memperjuangkan partai politiknya masing-masing dalam mengegolkan hasrat kekuasaanya. Karena itu, menjelang pilpres 2024, para elite politik sudah seharusnya memperhatikan nasibnya pada rakyat kecil.
Kita lihat saja faktanya, dalam beberapa waktu belakangan ini yang belum genap setengah tahun pada 2022 ini, justeru para elite politik banyak yang terlibat korupsi. Hal ini menunjukkan pada bangsa Indonesia bahwa perpolitikan di Indonesia mengalami kebangkrutan dalam menalar secara politik. Elite politik ternyata tidak mampu mengimplementasikan dan memaknai Hari Kebangkitan Nasioal Indonesia secara praksis.
Kenichi Ohmae dalam karyanya “The End of The Nation State” (1996), menyatakan lebih ekstrim, banyak kekerasan politik dalam pilkada, merebaknya korupsi yang dilakukan oleh elite politik, menjadi salah satu indikasi berakhirnya negara bangsa (nation state), bangsa Indonesia akan mengalami kehancuran.
Karena itu, proses berakhirnya negara bangsa (nation state) harus segera diselesaikan dan bahkan dihindari dengan selalu mengusung nilai-nilai kemerdekaan Indonesia. Sejatinya kini, moral elite politik mulai hilang diterpa oleh nalar materialisme, pragmatisme dan populisme.Unsur menjaga martabat dan wibawa sebagai pemimpin bangsa mulai sirna, rasa kejujuran, kemanusiaan mulai tak menampak dalam kinerja di pemerintahan Indonesia.
Elite politik mulai tidak mengerti arti sesungguhnya apa itu makna berpolitik yang sesuai dengan nilai-nilai luhur kebangkitan nasional dan perjuangan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia ?Karena itu, elite politik saat ini sudah seharusnya mengedepankan nilai-nilai rasa kebangkitan nasionalisme. Nasionalime merupakan bentuk mencintai rasa tanah air Keindonesian dan kebangsaan, rasa kemanusiaan dan rasa kesejaheteraan bagi Rakyat Indonesia.
Tapi kalau sikap mengeruk uang negara dengan cara manipulatif dan sikap koruptif terus dilakukan oleh elite politik dan pejabat publik, maka mereka berarti tidak mencintai Tanah air Indonesia dan tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kebangkitan nasional Indonesia.
Menjelang Pemilihan Presiden atau Pilpers 2024 ini, kini harusnya sudah menjadi saat yang tepat bagi para elite politik mampu mengubah paradigma berpikirnya, bahwa berdirinya partai politik bukan suatu perusahaan pribadi, akan tetapi berdirinya partai politik untuk kepentingan nasional bangsa Indonesia.
Tentu para elite partai politik, harus mulai merubah paradigmanya tentang cara berpolitik, dari egosentrisme kepartaiaan menuju partai politik yang selalu menjunjung tinggi semangat nasionalisme, persatuan demi kepentingan bangsa Indonesia dan untuk sebuah kemajuan, kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seharusnya, para elit politik menyudahi kepentingan pribadi atau sibuk memperkaya diri dengan berbagai fasilitas yang sebenarnya di dapat dari dukungan masyarakat. Kini, saaatnya hak rakyat diperjuangkan oleh para elit politik yang selalu berjanji mendahulukan kepentingan rakyat dibanding kepentingan priadi. Semoga.
Oleh: Endang Kurnia
(Direktur Madani Private Learning Indramayu)















































































































Discussion about this post