KUNINGAN, (FC).- Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser PAC GP Ansor Satkoryon Kecamatan Kalimanggis, di Pondok Pesantren Al-Barokah Mansyuri, Desa Kertawana, Minggu (15/5) sore, resmi ditutup oleh Sekretaris Daerah Kuningan Dian Rachmat Yanuar.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda DIan menjelaskan, ada tiga tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia dimasa sekarang dan yang akan datang.
Ketiga tantangan tersebut yaitu, munculnya generasi baru, digitalisasi segala aspek kehidupan, dan tren intoleransi dan radikalisme yang mulai mengusik idiologi negara.
“Selain harus siap menghadapi tantangan tersebut, GP Ansor dan Banser juga harus tetap konsisten meneguhkan sikap sebagai pengawal eksistensi Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Dian.
Dian juga meminta, kader GP Ansor dan Banser harus mampu menganalisa dengan cermat berbagai tantangan tersebut.
Kemudian merumuskan langkah yang taktis dan strategis guna menjawab kebutuhan zaman.
“Untuk itu, kedepan kaderisasi di Ansor dan Banser harus berjalan lebih baik dan masif,” ujar Dian.
Dian menegaskan, kegiatan Diklatsar sangat penting untuk dilakukan, mengingat NU dan Banser adalah elemen penting bangsa Indonesia.
“Dan apa yang telah kita lakukan hari ini dan kemarin, adalah untuk terus melanjutkan peran NU dan Banser untuk keutuhan NKRI,” kata Dian.
Dian meminta, proses kaderisasi harus terus dilakukan hingga ditingkat desa. Seperti yang dilakukan Satkoryon Kalimanggis sekarang ini.
Dimana puluhan pemuda-pemudi pilihan sudah menyatakan diri siap bergabung bersama Banser menjalankan amanah para ulama pendahulu.
“Melalui proses kaderisasi ini diharapkan lahir calon-calon penerus bangsa yang militan, cinta kepada agamanya dan cinta kepada tanah air. Ini juga bagian dari upaya kita mengurangi gerak langkah ataupun upaya-upaya dari sekelompok orang yang mencoba-coba merusak mental generasi muda kita dengan paham-paham yang bertentangan dengan idiologi negara dan Ahlussunah wal Jamaah,” ungkap Dian.
Kepada seluruh peserta Dian berpesan, agar Diklatsar tersebut dijadikan sebagai bentuk bela negara yang bisa diaplikasikan dalam menyikapi berbagai macam persoalan, baik yang sedang maupun yang akan terjadi.
“Tugas yang kita emban dalam rangka bela negara tidaklah mudah. Tetapi saya yakin dan percaya, dengan bekal yang telah kawan-kawan dapatkan selama mengikuti pelatihan semuanya akan terlaksana sesuai dengan harapan kita,” jelas Dian.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kalimanggis, Sekretaris PC GP Ansor Kab. Kuningan Muhaimin Zamzami, Kasatkorcab Banser Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah, Ketua MWC NU Kalimanggis, Pimpinan Ponpes Al-Barokah Mansyuri, Kepala Desa Kertawana, Tokoh Agama, serta undangan lainnya. (Ali)















































































































Discussion about this post