MAJALENGKA, (FC).- Jelang mudik lebaran 1443 H/2022, berbagai persiapan dilakukan oleh jajaran Polres Majalengka. Di antaranya mempersiapkan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Terpadu yang berada di Rest Area KM 166 Tol Cipali, wilayah Kabupaten Majalengka.
Selain kesiapan personelnya, Polres Majalengka juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik lebaran nanti.
“Kami cek lagi beberapa lokasi, termasuk yang di Rest Area KM 164 Tol Cipali,” ungkap Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi, saat meninjau Posyan Res Area KM 166 Tol Cipali, Sabtu (15/4).
Tak hanya itu, kapolres juga memberikan arahan terkait kelengkapan sarana dan prasarana di beberapa pos yang representatif serta cara bertindak saat dilakukannya One Way dan Contra Flow.
“Atau tindakan lainnya yang memerlukan kehadiran personil di lapangan. Beberapa hari ke depan, segera kami maksimalkan persiapan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa untuk Pospam Kadipaten sendiri merupakan titik vital yang berada di Jalur Nasional Perlintasan antara Bandung – Cirebon.
Kapolres pun memprediksi untuk pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran 2022, volume kendaraan akan meningkat. Sehingga ini menjadi perhatian yang sangat serius.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat agar berjalan aman dan lancar pada arus mudik dan balik lebaran 1443 H/2022,” jelas AKBP Edwin Affandi yang didampingi Kasat Lantas Polres Majalengka, AKP Ngadiman.
Terpisah Bupati Majalengka Karna Sobahi menyebutkan, dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun ini, pihaknya sudah mempersiapkan sedini mungkin untuk kenyamanan dan keselamatan para pemudik.
Di beberapa pos penjagaan selain di jaga oleh pihak Polri dan TNI, Satpol PP, Dishub dan petugas yang lainnya.
Pos itu juga akan di isi oleh beberapa tenaga relawan, seperti tenaga kesehatan serta ada juga dari Pramuka.
Ditegaskannya, lebaran tahun ini pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk mudik.
Namun dengan catatan pemudik tetap menerapkan prokes serta pemudik sudah divaksinasi, baik dosis 1, dosis 2 atau booster.
“Tahun ini pemerintah pusat sudah memperbolehkan mudik, tapi yang perlu dicatat vaksinasi menjadi syarat untuk masyarakat bisa mudik,” tegas Bupati Karna. (Munadi)











































































































Discussion about this post