KAB. CIREBON, (FC).- Proses verifikasi dan validasi (Verval) data warga miskin Kabupaten Cirebon belum dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
Pasalnya, anggaran biaya verval untuk petugas Puskesos se-Kabupaten Cirebon belum ada.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Iis Krisnandar melalui Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM), Gunarsa menyampaikan, penyusunan konsep verval sudah selesai dilakukan secara marathon.
Menurutnya, verval yang akan dilakukan, dimaksudkan untuk memastikan keberadaan penerima bansos secara langsung di lapangan.
Namun diakui Gunarsa, saat ini pihaknya belum turun langsung melakukan verval mengingat belum tersedianya anggaran untuk seluruh Puskesos dan biaya lainnya. Karena bagaimanapun, proses verval memang membutuhkan anggaran.
“Untuk memverval data warga miskin ini kan perlu anggaran. Anggaran itu adalah untuk biaya puskesos se-kabupaten Cirebon. Tujuannya mensinkronkan data, karena dahulu hanya Musdes, sekarang kita harus terjun langsung ke bawah,” kata Gunarsa, Senin (1/11).
Ia menerangkan, anggaran untuk verval yang akan diajukan pada tahun 2022 nanti nilainya Rp1 miliar lebih. Dari nilai anggaran yang bakal diajukan tersebut, harus melalui tahap persetujuan DPRD terlebih dahulu. Rencananya, Dinsos akan menyampaikan kebutuhan anggaran verval di DPRD besok (hari ini).
“Besok (hari ini,-red) deal kebutuhan anggarannya di hantaran DPRD,” ucapnya.
Untuk honor Puskesos saja, sambung Gunarsa, membutuhkan anggaran sebesar Rp424 juta. Dengan rincian, honor Puskesos Rp 1 juta untuk empat orang Puskesos per desa.
Sehingga, anggaran untuk Puskesos se-Kabupaten Cirebon dengan jumlah desa dan kelurahan sebanyak 424, dibutuhkan anggaran Rp 424 juta
. “Itu untuk honor Puskesosnya saja. Tapi riilnya besok, pak Kadis yang menyampaikan di hantaran DPRD,” paparnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post