KOTA CIREBON, (FC).- Salah satu hidangan yang identik dengan Tahun Baru Islam adalah bubur suro. Masyarakat Jawa termasuk Cirebon disejumlah keraton, menghadirkan bubur suran atau bubur suro pada malam menjelang datangnya 1 Suro.
Satu Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa yakni bulan Sura atau Suro. Satu Suro ini bertepatan pula dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriyah atau Tahun Baru Islam.
Polmak Keraton Kasepuhan Rahardjo Djali menjelaskan, pihaknya kembali menghidupkan tradisi pembuatan dan pembagian bubur suro. Karena selama ini tradisi ini sempat hilang di Keraton Kasepuhan.
“Kami berkomitmen untuk mengembalikan dan melestarikan adat, tradisi dan budaya yang ada sejak dulu di Keraton Kasepuhan. Termasuk bubur suro ini,” ungkapnya kepada FC, Jumat (13/8).
Dikatakannya, pada Jumat yang penuh keberkahan ini, bubur suro dibagikan kepada warga sekitar keraton. Sehingga kehadiran keraton ditengah warga dapat dirasakan.
“Banyak filosofi yang dalam terkait bubur suro ini. Mulai dari bahan, pembuatan maupun ketika dibagikan kepada warga,” imbuhnya.
Sementara Pangeran Panji Jaya Prawirakusuma menyebutkan, dalam pembuatan bubur suro ada 3 bahan pokok yang tidak boleh dihilangkan yakni Suro Kependem (bahan baku yang berasal dari dalam tanah), seperti umbi-umbian.
Suro Releran (bahan baku yang menjalar di atas tanah) seperti ketimun dan kacang tanah. Kemudian Suro Mantung (bahan baku yang ada diatas) seperti buah-buahan.
Proses selanjutnya, tiga unsur bahan tersebut disatukan dalam wadah. Dan dibagikan kepada warga sekitar keraton, sebelumnya didoakan dulu. Meminta kepada Tuhan agar masyarakat bisa dihindarkan dari marabahaya sepeti kelaparan, wabah dan bahaya lainnya.
“Saya jelaskan, ada tiga unsur filosofi yakni, dari dalam tanah artinya manusia terbuat dari tanah.
Lalu berada diatas tanah, manusia lahir itu tidak memiliki apapun, dan diatas tanah mengandung makna kejayaan atau kedewasaan, setelah itu baru kembali ke tanah,” tuturnya. (Agus)


















































































































Discussion about this post