KUNINGAN, (FC).- Bendungan Kuningan atau Waduk Cileweung dipastikan sudah selesai 99,98 persen, dan seluruh pekerjaan sudah siap untuk dilakukan penutupan pintu air oleh Presiden RI Joko Widodo pada Senin 21 Juni 2021.
Kepala Dinas PUPR Kuningan, HM Ridwan Setiawan mengaku telah melakukan persiapan secara matang untuk kehadiran Presiden RI.Bahkan kemarin bersama Bupati Kuningan juga melakukan peninjauan ke lokasi.
“Secara fisik bendungan sudah baik, sesuai ketentuan perencanaan, kita sudah beberapa kali meninjau persiapan peresmian bendungan, dan juga dari kementerian juga dalam pemantauan barangkali ada hal-hal kecil yang masih perlu diperbaiki khususnya fisik bendungan,” ujar Ridwan, Kamis (17/6).
Sedangkan untuk penyelesaian ganti untung masyarakat, sampai saat ini tinggal tiga orang lagi dari 395 KK di Kawungsari yang masih dalam proses pembayaran dari LMAN secara administrasi, dan tidak bermasalah.
Bahkan saat ini masyarakat masih ada yang membongkar bangunan, ada juga yang sudah pindah ketempat relokasi.
“Untuk relokasi sedang menjejar jalan lingkungan dan air bersih, mudah-mudahan bisa selesai Senin besok. Kita juga masih melakukan pendataan ulang agar masyarakat bisa menempati tempatnya. Jadi secara umum Alhamdulilah lancar, karena ini menyangkut untuk kepentingan masyarakat, semua berjalan dengan baik. Bahkan besok kita akan berdoa bersama di bendungan Kuningan,” jelas Ridwan.
Untuk rencana kunjungan Presiden RI, Ridwan menyebutkan ada dua skenario yaitu melalui jalan darat dan melalui jalan udara. Pihak BBWS sendiri sedang menyiapkan lokasi helipad di bendungan. “Kemungkinan pak Presiden datang melalui jalur udara,” ujar Ridwan.
Bendungan ini, mengakibatkan sekitar 509 KK yang dipecah di tiga desa, yaitu Radusari 25 rumah, 40 di Tanjungkerta, dan 444 di Desa Sukarapih. Bendungan Kuningan yang dimulai sejak tahun 2013 ini bisa selesai dengan menghabiskan anggaran sekitar 900 miliar.
Bendungan Kuningan, disebutkan Ridwan akan menyediakan 300 liter perdetik air bersih, kemudian 300 Megawatt dan irigasi untuk 1000 hektar untuk wilayah Kuningan dan 2000 hektar untuk wilayah Kabupaten Brebres.
“Bendungan ini sifatnya tadah hujan, insyallah bisa terairi walaupun tidak dilalui sungai yang besar, targetnya 2 tahun sudah penuh,” ujar Ridwan. (Ali)















































































































Discussion about this post