KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon melakukan seleksi Pemuda Pelopor tahun 2021. Animo masyarakat pun cukup besar.
Seleksi diikuti oleh 40 peserta dari kalangan usia 16 sampai 30 tahun. Acara ini berlangsung sejak Selasa (1/6) hingga Kamis (3/6).
Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon Ir. H. Avip Suherdian melalui Kepala Bidang Pemuda H. Masdi, mengatakan seleksi ini telah disosialisasikan di 40 Kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Dengan 5 bidang kepeloporan, yaitu sumberdaya alam dan pariwisata, kependidikan, sosial agama dan budaya, pangan, serta inovasi teknologi.
Melihat kondisi bangsa saat ini, kepeloporan pemuda sangat dibutuhkan, guna melakukan terobosan baru dalam menghadapi masalah-masalah yang dihadapi.
Secara spesifik kepeloporan pemuda merupakan wahana untuk memecahkan masalah terkait dengan national, character dan building dan masalah kepemudaan lainnya.
“Animo kali ini cukup besar. Melihat dari banyaknya rekruitmen atau pendaftaran. Tapi, dari hasil rekruitmen tersebut tentu diseleksi terlebih dahulu secara adminitrasi mulai dari makalah, video profile, skck, suket kecamatan, dan diperoleh 40 peserta yang didominasi oleh bidnag kependidikan,” terangnya.
Berdasarkan peraturan yang ada dalam UU, peserta yang diperbolehkan ikut pun hanya berasal dari kalangan usia 16 sampai 30 tahun.
Dilangsukan selama 3 hari, acara ini akan mengambil 15 orang dengan masing-masing bidang diambil 3 nominator.
“Penentuannya tanggal 9 mendatang. Ketika sudah dipilih 3 nominator maka, akan dilangsungkan pengecekan langsung ke lapangan,” sebutnya.
Seperti tahun sebelumnya juara atau nominator pertama akan dinilai dengan nominator pertama tahun sebelumnya. Kemudian akan dikirim ke Provinsi.
Ditempat yang sama, Direktur Harian Umum Fajar Cirebon Dea Angkasa Putri yang juga menjadi dewan juri menuturkan, sudah 6 tahun lebih menjadi dewan juri
“Ternyata tahun ini banyak sekali Pemuda Pelopor Kabupaten Cirebon yang cerdas serta miliki dampak sosial. Karena, Pemuda Pelopor itu, yang dibutuhkan bukan hanya melakukan abstraksi saja. Tapi dia sudah melakukan dampak sosial,” jelasnya.
Ia menegaskan, bahwa syarat utama Pemuda Pelopor adalah yang memiliki dampak sosial kepada masyarakat sekitarnya.
Jadi, mulai jarak 1 KM dari rumahnya sudah dikenal oleh masyarakat. Baik dalam kepeloporannya dalam membangun pendidikan atau yang lain.
“Misalkan, saya orang tahu tidak kalau saya pengusaha media. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini jadi trigger seluruh anak muda Kabupaten Cirebon khususnya. Kemudian Cirebon menjadi based on inovasi,” pungkasnya. (Sarrah)












































































































Discussion about this post