KOTA CIREBON, (FC),- Lantaran belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Kios Mega Gebang yang berada di Desa Gebangilir Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon disegel Satpol PP Kabupaten Cirebon, Senin (23/3).
Kabid Gakperunda pada Satpol PP Kabupaten Cirebon, Iwan Suroso mengungkapkan, penyegelan dilakukan atas dasar tindaklanjut sidak komisi II DPRD Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.
Dari hasil pemeriksaan, diakuinya sudah ada beberapa adminiatrasi perizinan yang keluar, akan tetapi masih sangat jauh sampai dikeluarkannya IMB.
Dikatakannya, objek yang disegel adalah kios Mega Gebang milik perorangan dengan jumlah kios sebanyak 42 kios.
Penyegelan dilakukan sementara waktu, karena tanah tempat didirikannya kios sendiri tidak ada masalah hanya legalitas operasionalnya yang belum ditempuh.
Penyegelan akan dibuka sampai pihak pengelola atau pemilik bisa menunjuklan IMB.
“Penyegelan telah sesuai SOP, soal kerugian pihaknya tidak memahami, karena bukan ranahnya, tetapi jelas karena perizinan belum ditempuh sehingga kerugian terkait pajak,” jelasnya.
Sementara terkait keluhan para pedagang, Iwan mengungkapkan keprihatinannya. Namun demikian pihaknya berharap agar pengelola atau pemilik kios Mega Gebang untuk segera menempuh proses perizinan, sehingga para pedagang tidak merasa dirugikan.
“Kami merasa ikut prihatin kepada para pedagang, kami hanya menjalankan tugas. Soal kebijakan, tidak ada kebijakan selama masih belum keluar IMB dan belum bisa dibuka,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang di kios Mega Gebang, Hj Renti merasa tertipu oleh pengelola. Dirinya yang sudah mengeluarkan modal ratusan juta, akan tetapi dirinya sudah tidak bisa berjualan lagi, lantaran kiosnya disegel.
Menurutnya, pengelola kios berkilah sejak awal dibangun bahwa proses perizinan sedang ditempuh. Sampai kios sudah terbangun dan beroperasi juga masih beralasan sedang ditempuh, tetapi tiba-tiba disegel lantaran belum memiliki izin.
“Penyegelan ini kalau bisa jangan lama-lama, apalagi di kios banyak barang-barang yang baru belanja. Kemudian juga kondisi Corona, terus sebentar lagi masuk bulan puasa dan lebaran, saya harus jualan lagi kapan,” keluhnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post