KOTA CIREBON, (FC).- KRI Dewaruci yang memiliki selayang pandang sebagai kapal bersejarah kebanggaan Nusantara, dimulai sejak kemunculannya tahun 1953 ini singgah di Pelabuhan Cirebon sejak hari Minggu kemarin (28/02).
KRI Dewaruci tahun ini hanya mengujungi tiga pelabuhan di pesisir Pulau Jawa yaitu Cirebon, Semarang dan Surabaya.
Kota Cirebon yang memiliki 7 km garis pantai, menjadi salah satu pelabuhan terpilih yang rutin disinggahi.
“Kedatangannya ini memiliki misi meningkatkan eksplorasi budaya maritim di wilayah Indonesia,” jelas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon Letkol Laut Afif Yuhardi Putera kepada FC, Selasa (1/3).
Afif menuturkan, pada hari kedua kehadiran KRI Dewaruci, diadakan dialog kemaritiman.
Hal ini dalam rangkaian memperingati Hari Dharma Samudra dengan tema “Maritim Jaya Indonesia Hebat” sebagai upaya penggalian potensi kemaritiman melalui program Kampung Bahari Nusantara.
Selama persinggahannya di Pelabuhan Cirebon, KRI Dewaruci mengadakan open ship yang akan dibuka sampai hari Rabu (3/03).
Kedatangannya hari ini mendapat antusias yang cukup tinggi dari masyarakat. Pasalnya di pagi menjelang siang ini sudah cukup banyak masyarakat berdatangan.
“Tidak ada persyaratan khusus yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berkunjung menjumpai KRI Dewaruci ini, hanya saja tetap harus memperhatikan protokol kesehatan” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu juga Dinas Pembinaan Potensi Maritim Angkatan Laut (Dispotmaral) menggelar Dialog Kemaritiman dengan mengangkat tema dari atas Geladak KRI.
Dialog ini mengundang para narasumber seperti Sultan Kanoman XII Cirebon, KGA. Sultan M. Saladin, Walikota Cirebon Nashrudin Azis, Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Sutrija, Ketua Yayasan Universitas Swadaya Gunung Jati, Dadang Kusnandar Kasidin, Ketua Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) Kris Budiharjo dan Sekretaris Dinas Pembinaan Potensi Maritim (Sekdispotmaral) Kolonel Laut (P) Octavianus Budi Santoso.
Dalam dialog tersebut Sekdispotmaral menyampaikan program TNI AL tentang Kampung Bahari Nusantara (KBN). Sampai saat ini sudah dibangun 23 desa menjadi kampung bahari.
Hal ini juga sejalan dengan harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, bila seluruh wilayah pesisir di Indonesia dibangun kampung bahari maka kesejahteraan masyarakat pesisir akan terwujud.
Menurut Sekdispotmar untuk dapat mewujudkan program ini di Kota Cirebon tentu perlu untuk duduk bersama, berdialog, merubah mindset masyarakat dengan membangun kemaritiman di wilayah Cirebon sehingga menjadi contoh untuk kota kota lainnya.
Sekdispotmar berharap agar Cirebon menjadi suatu daerah maritim yang maju dan menjadi penopang, merubah media untuk menginformasikan keunggulan kekayaan maritim bukan lagi luas kepulauan tetapi harus bisa menggambarkan kekayaannya.
“Saya berharap program KBN ini bisa cepat terealisasi”, ujarnya.
Sementara, Walikota Cirebon berharap dapat menjadi bagian dari kesuksesan KBN ini karena selama ini pemerintah kota Cirebon dan masyarakat, sudah berupaya cara memanfaatkan kelautan di Indonesia ini, namun terkendala dengan ilmu dan pengetahuan.
“Kita dukung penuh kampung bahari ini untuk dibangun di Kota Cirebon,” pungkasnya. (Ninda/Job/FC)


















































































































Discussion about this post