KAB. CIREBON, (FC).- Densus 88 bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon, dan HIPMI Kabupaten Cirebon berdayakan eks narapidana terorisme dan radikalisme (Napiter) yang berasal dari wilayah Ciayumjakuning (Kab/Kota Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kabupaten Kuningan) untuk dapat mengembangkan potensi diri dan memutar roda ekonomi keluarga.
Kepala Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Jawa Barat (Jabar) Kombes Pol Arif Mahfudiharto mengatakan, diharapkan minimal mereka dapat memutar roda ekonomi keluarganya dengan pelatihan budidaya ikan di tempat pembenihan bibit ikan milik Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon, di Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
“Sebagai fasilitator kita dipinjamkan tempat oleh Dinas Perikanan dan Kelautan, untuk pelatihan atau penyuluhan ini,” tuturnya usai membuka acara penyuluhan dan pendampingan kepada eks Napiter di Balai Benih Ikan di wilayah Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, Kamis (14/1).
Dan tentunya, sambung Arif, urusan teknis pun pihak Dinas Perikanan dan Kelautan yang mengatur, sebab mereka yang lebih memahami.
“Yang jelas harapannya, mereka ini dapat kembali beraktifitas normal secara kehidupan ekonominya melalui kegiatan yang akan berlangsung lebih dari 2 bulan ini,” beber Arif, pada FC.
Hingga saat ini para mantan Napiter, sebagian masih mengandalkan bantuan sembako dari Densus 88, tentu penyuluhan ini tidak hanya di Kabupaten Cirebon melainkan di Kota Cirebon pun sama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon Ita Rohpitasari menaruh harapan besar pada kegiatan positif ini. Ia pun berterima kasih kepada pihak Densus 88 yang telah memberi kepercayaan dan kerja sama.
Adapun, hal yang difasilitasi adalah, disediakan narasumber dari Kementerian Perikanan yang memang ditugaskan di Cirebon sebagai koordinator penyuluhan.
Disisi lain, ada Ketua HIPMI Ekky Bahtiar yang turut hadir dan memaparkan kehadirannya itu untuk memberikan pengetahuan untuk mengatur atau memanajemen usaha.
“Karena, dalam budidaya ikan, perlu ada manajemen usaha, dan yang paling terpenting itu, membangun mental pengusaha dalam diri masing-masing,” kata Ita.(Sarrah)











































































































Discussion about this post