KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon mengembangkan pembangunan kantor desa di tahun 2020. Pembangunan kantor desa ini menjadi prioritas di bidang pembangunan desa dari program bantuan provinsi (Banprov).
Kuwu Cigobang, Inan Hanandi mengatakan, pembangunan kantor desa ini sifatnya multi-years (pembangunan beberapa tahun anggaran), karena tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun anggaran.
“Kita bangun kantor desa ini bertahap, dimulai dari tahun 2019,” kata Inan kepada “FC”, Senin (2/11).
Untuk tahun 2020 ini, Inan menjelaskan pembangunan balai desa untuk aula, penambahan ruang untuk kelembagaan desa.
“Dari bantuan keuangan provinsi, sekitar 102 juta dialokasikan untuk pembangunan ruang kelembagaan desa seperti BPD dan Puskessos,” jelasnya.
Ditambahkannya, pembangunan aula bertujuan untuk tempat musyawarah desa dan kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan warga, sedangkan penambahan ruang untuk BPD, agar bisa memaksimalkan fungsi BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Baca Juga: Pemdes Cigobang Bangun JIT Secara Padat Karya
“Pembangunan ini bertujuan untuk pelayanan dan kenyamanan masyarakat, dibangunnya aula yaitu tempat bilamana ada rapat terbuka tidak mengganggu pelayanan pemerintah terhadap warga. Tujuan utama ruang Puskesos khusus terpisah agar masyarakat memahami fungsi dan tugas pokok Puskessos,” tegasnya.
Dengan besarnya anggaran DD untuk penanggulangan Covid-19, Inan menuturkan beberapa rencana pembangunan infrastruktur desa yang ditunda.
“Banyak pembangunan yang kita pending di tahun ini, apalagi ada edaran baru untuk BLT DD sampai 9 bulan, jadi ada penambahan 3 bulan,” ujarnya.
Inan mengharapkan, dengan kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, masyarakat tetap bisa beraktifitas dengan adaptasi kebiasaan baru dan menjalankan protokol kesehatan.
“Kami tetap akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat, adanya bantuan dari pemerintah baik dari tingkat pusat sampai desa, menjadi stimulan bagi warga dalam bertahan di kondisi ekonomi yang sedang menurun,” pungkasnya. (Harun)













































































































Discussion about this post