KAB. CIREBON, (FC).- Penyebaran Covid-19 sudah sangat meluas khususnya di wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon pun memperketat antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPRD setempat.
Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten Cirebon, R Chaidir Susilaningrat mengaku dengan lonjakan kasus Covid-19 yang ditemukan di Kabupaten Cirebon menjadi kekhawatiran tersendiri di kelembagaannya. Maka, pihaknya melakukan antisipasi sedini mungkin agar penyebaran Covid-19 tidak menyebar ke kantornya.
“Minggu ini kita melihat ada lonjakan penyebaran Covid-19 di Sumber. Sampai saya mendengar informasi dari Dinkes kemaren sudah lebih dari 200 orang diswab, sehingga tadi pagi Pak sekwan, menggambil kebijakan untuk memperketat antisipasi penyebaran Covid-19 di kantor kita ini,” kata Chaidir, Selasa (8/9).
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya melakukan antisipasi yakni, tiap orang yang akan masuk ke DPRD Kabupaten Cirebon dilakukan cek suhu oleh penjaga atau satpam, juga pihak sudah menyemprot beberapa ruang DPRD dengan cairan disinfektan.
“Sejauh ini, tidak ada anggota DPRD Kabupaten Cirebon maupun pejabat atau staf di legislatif terkonfirmasi positif Covid-19. Semoga seterusnya tidak yang terkena virus berbahaya ini,” katanya.
Dikatakannya, disekretariatan banyak dari berbagai daerah dan masyarakat yang berkunjung. Sehinga Pak Sekwan mengambil kebijakan untuk memperketat lingkungan DPRD.
“Sedini mungkin kita mendeteksi penyebaran Covid-19,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di DPRD Kabupaten Cirebon, melalui kesekretariatannya, sudah melayangkan surat permohonan swab test ke Dinkes setempat.
Artinya, semua anggota DPRD Kabupaten Cirebon, pejabat dan staf serta orang-orang yang melakukan aktivitas di kantornya bakal diswab test. “Kita juga sudah mengajukan untuk test swab, semua yang beraktivitas di DPRD kita usulkan untuk diswab,” tukasnya. (Suhanan)











































































































Discussion about this post