KAB. CIREBON, (FC).- Kalisa (9), balita asal Blok Seda, RT/04 RW/01, Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, putra keenam pasangan Idin dan Tasimah yang menderita hydrocephalus sejak usia 2 bulan.
Untuk biaya berobat, selama ini hanya mengandalkan hasil kerja keras Idin yang berprofesi sebagai tukang becak. Hingga usai 9 bulan, Kalisa terus melakukan pemeriksaan medis. Keluarga berharap ada uluran tangan untuk membantu kesembuhan anaknya agar bisa menjalani kehidupan yang normal kembali.
Ditemui dirumahnya, Selasa (21/7), Tasima menceritakan awalnya Kalisa terlahir normal, dan menginjak usia 2 bulan Kalisa mengalami kelainan di kepalanya. Saat itu Tasimah memeriksakan anaknya ke Puskesmas Pamengkang Mundu dan dirujuk ke RS Putra Bahagia Kota Cirebon. Dari RS Putra Bahagia langsung dirujuk ke RS Gunungjati Kota Cirebon.
“Hasil pemeriksaan katanya menderita hydrocephalus sehingga langsung dirujuk ke RS Gunungjati untuk dilakukan operasi,” ucap Tasima.
Awalnya Kalisa mengalami pembesaran kepalanya hingga diameter 55 centimeter (cm) dan berat badannya terus mengalami penurunan. Setelah dioperasi kini kondisinya mulai membaik, diusianya yang menginjak 9 bulan diameter kepala Kalisa beransur normal di diameter 51 cm.
Kini Kalisa menjalani pemulihan dan harus dilakukan peningkatan gizi, dan setiap waktu harus mengontrol kondisinya ke Puskesmas Pamengkang.
Untuk meningkatan gizi Kalisa, keluarga hanya mengandalkan hasil usaha sang bapak yang hanya berprofesi sebagai pengayuh becak, belum lagi untuk kebutuhan hidup 5 saudara kandung Kalisa. Keluarga ini mendapatkan bantuan dari program PKH dan BPNT.











































































































Discussion about this post