KAB.CIREBON, (FC).- Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional wilayah Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, mulai kembali stabil setelah operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Kondisi tersebut disambut positif masyarakat, terutama ibu rumah tangga, karena berdampak pada menurunnya pengeluaran kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah komoditas yang sebelumnya mengalami kenaikan, seperti telur ayam, daging ayam, dan sayuran, kini kembali berada pada kisaran harga normal.
Sebelumnya, saat Program MBG berjalan rutin, tingginya kebutuhan bahan pangan untuk penyediaan menu makanan bergizi turut meningkatkan permintaan di pasar. Kondisi itu membuat pasokan sejumlah komoditas berkurang dan berdampak terhadap kenaikan harga.
“Permintaan tinggi membuat harga ikut terdorong naik karena pasokan terbagi untuk kebutuhan program dan masyarakat,” ujar salah seorang pedagang pasar.
Memasuki masa libur sekolah, penghentian sementara Program MBG membuat kebutuhan dalam jumlah besar berkurang. Pasokan bahan pokok di pasar pun kembali lebih longgar sehingga harga perlahan mengalami penurunan.
Salah seorang warga Astanajapura, Marni (50), mengaku merasakan langsung dampak penurunan harga, terutama untuk telur ayam yang menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga.
“Sekarang kami bisa berbelanja lebih tenang karena harga sudah kembali normal. Telur yang sebelumnya sekitar Rp28 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp23 ribu,” ungkapnya.
Menurut Marni, selama Program MBG berlangsung, masyarakat sempat merasakan adanya kenaikan harga akibat meningkatnya kebutuhan dari berbagai pihak. Dengan berkurangnya permintaan sementara waktu, kondisi pasar kini kembali lebih stabil.
Hal senada disampaikan Wati (40). Ia menilai penurunan harga bahan pokok cukup membantu masyarakat dalam mengatur pengeluaran rumah tangga.
“Meski selisihnya tidak terlalu besar, bagi kami sangat membantu. Harapannya pasokan tetap lancar sehingga harga tidak kembali melonjak ketika Program MBG berjalan lagi,” katanya.
Sementara itu, para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan Program MBG dan kebutuhan masyarakat umum.
Menurut mereka, pengaturan distribusi menjadi faktor penting agar ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga tetap terjaga.
“Kami berharap kebutuhan program pemerintah tetap terpenuhi tanpa mengganggu pasokan masyarakat, sehingga harga di pasar tetap stabil,” ujar salah seorang pedagang.
Dengan kembali normalnya pasokan, masyarakat berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali meskipun Program MBG kembali beroperasi. (Nawawi)










































































































Discussion about this post