KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi Jalan Eks Relban Kalipasung-Gedongan di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan. Ruas jalan sepanjang sekitar 6,4 kilometer yang melintasi Desa Kalipasung dan Desa Gagasari itu dilaporkan mengalami kerusakan selama puluhan tahun tanpa penanganan permanen dari pemerintah daerah.
Kuwu Gagasari, Tamam Heryanto, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sangat lama dan hingga kini belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.
āJalan ini sudah rusak sejak lama dan sampai sekarang belum tersentuh perbaikan secara permanen,ā ujarnya, Kamis (18/6).
Menurut Tamam, sekitar 3,4 kilometer dari total panjang jalan berada di wilayah Desa Gagasari. Selain berfungsi sebagai akses transportasi warga, jalan tersebut memiliki nilai historis karena merupakan bekas jalur rel kereta yang telah ada sejak awal perkembangan wilayah tersebut.
āUsia jalan ini hampir sama dengan usia Desa Gagasari,ā katanya.
Ia menjelaskan, Desa Gagasari merupakan hasil pemekaran dari Desa Kalipasung pada tahun 1985. Setelah jalur rel kereta tidak lagi difungsikan, lahan tersebut dialihfungsikan menjadi jalan umum dan pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.
āSejak menjadi jalan umum, belum pernah ada perbaikan besar yang dilakukan,ā ungkapnya.
Jalan Eks Relban Kalipasung-Gedongan memiliki peran strategis bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama warga, ruas jalan tersebut menunjang aktivitas pertanian, peternakan, serta perekonomian masyarakat.
Jalur itu juga menjadi akses menuju lahan pertanian seluas sekitar 80 hektare dan menghubungkan masyarakat wilayah timur Kabupaten Cirebon hingga Kabupaten Brebes menuju kawasan Pondok Pesantren Gedongan di Kecamatan Pangenan.
āJalan ini sangat vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat dan akses pendidikan ke pesantren,ā jelas Tamam.
Kerusakan jalan yang dipenuhi lubang semakin membahayakan pengguna, terutama saat musim hujan. Genangan air yang menutupi lubang kerap menyebabkan pengendara sepeda motor kesulitan saat melintas.
āKeluhan paling banyak datang dari pengguna sepeda motor karena kondisi jalan semakin berbahaya ketika hujan,ā ujarnya.
Pemerintah Desa Gagasari, lanjut Tamam, telah beberapa kali berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon serta mengajukan proposal perbaikan. Namun hingga kini belum ada realisasi penanganan.
āKami sudah berulang kali mengajukan permohonan, tetapi belum juga terealisasi,ā katanya.
Untuk mengurangi dampak kerusakan, pemerintah desa bersama masyarakat melakukan perbaikan secara swadaya dengan mengurug sejumlah titik jalan yang berlubang agar tetap dapat dilalui kendaraan.
āSwadaya masyarakat terus dilakukan supaya jalan masih bisa digunakan,ā tuturnya.
Selain itu, warga juga membuka jalur alternatif melalui area persawahan yang terhubung dari kawasan jalan makam menuju Pesantren Gedongan. Jalur tersebut dinilai lebih efisien dibanding harus memutar melalui Jalur Pantura.
āKalau lewat Pantura, masyarakat harus memutar hingga sekitar 10 kilometer,ā jelasnya.
Tamam berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan tersebut mengingat perannya yang sangat penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
āKami berharap ada penanganan permanen agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,ā pungkasnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post