KAB.CIREBON, (FC).– Kondisi jembatan penghubung Desa Gagasari, Kecamatan Gebang, dan Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kian memprihatinkan.
Jembatan bersejarah yang diperkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun itu mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Perangkat Desa Gagasari, Pendi, mengatakan jembatan yang melintasi Sungai Cipanundan tersebut merupakan peninggalan era kolonial Belanda. Pada masanya, jembatan itu digunakan sebagai jalur lori pengangkut tebu menuju Pabrik Gula Rajawali II Sindanglaut.
“Jembatan ini sudah berdiri sejak zaman Belanda dan usianya diperkirakan lebih dari satu abad,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (18/6).
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter dengan lebar 4 meter itu kini menjadi akses publik setelah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon dan ditetapkan sebagai bagian dari ruas Jalan Kalipasung-Ender.
Menurut Pendi, kondisi konstruksi jembatan saat ini mengalami kerusakan antara 60 hingga 80 persen. Sejumlah pelat besi yang menjadi alas jembatan telah berlubang dan berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.
“Banyak bagian alas jembatan yang sudah bolong dan sangat berisiko bagi pengguna jalan,” katanya.
Meski dalam kondisi rusak, jembatan tersebut masih menjadi akses vital bagi masyarakat. Selain menunjang aktivitas pertanian dan peternakan, jalur itu juga menjadi akses utama menuju kawasan Pondok Pesantren Gedongan.
Pendi menjelaskan, warga dari sejumlah wilayah seperti Kecamatan Waled, Babakan hingga Losari kerap memanfaatkan jembatan tersebut karena jaraknya lebih dekat dibanding harus memutar melalui jalur Pantura.
“Jembatan ini menjadi urat nadi penghubung antar desa dan kecamatan di wilayah timur Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Jika menggunakan jalur Pantura, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer. Sementara melalui jembatan tersebut, jarak tempuh hanya sekitar 3 kilometer.
“Lewat sini jauh lebih dekat. Selisih jaraknya cukup signifikan dibanding harus memutar ke Pantura,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Gagasari berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan tersebut melalui program perbaikan maupun rehabilitasi agar kembali aman dan layak digunakan.
“Harapan kami jembatan ini segera diperbaiki sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkas Pendi. (Nawawi)











































































































Discussion about this post