KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon kembali melaksanakan lelang tahap kedua proyek peningkatan infrastruktur jalan pada tahun 2026.
Sebanyak 91 paket pekerjaan akan dilelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), ditambah 23 paket pekerjaan pengadaan langsung (dasung).
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Cirebon, Rezza Fauzi, mengatakan proses lelang dijadwalkan mulai berjalan dalam waktu dekat.
“Kalau tidak ada halangan, insya Allah hari ini atau minggu depan mulai untuk 91 paket ditambah 23 paket pengadaan langsung,” ujar Rezza, Jumat (8/5).
Menurutnya, proyek perbaikan jalan tersebut tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon, baik kawasan barat maupun timur. Seluruh pekerjaan difokuskan pada peningkatan kualitas jalan melalui metode betonisasi.
“Kita tidak melihat ramai atau tidaknya suatu ruas jalan. Ini memang menjadi tugas dan tanggung jawab kami dalam melakukan perbaikan jalan sesuai program Bupati,” katanya.
Ia menjelaskan, nilai proyek bervariasi mulai dari sekitar Rp400 juta hingga Rp2,5 miliar per paket pekerjaan.
Rezza mengakui masih banyak ruas jalan yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Karena itu, pihaknya mengapresiasi berbagai laporan dan masukan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di lapangan.
“Kami berterima kasih atas informasi dari masyarakat terkait kondisi jalan. Tentunya masih banyak PR yang harus kami selesaikan bersama,” ujarnya.
DPUTR menargetkan kondisi jalan mantap di Kabupaten Cirebon dapat tercapai pada 2029. Saat ini, tingkat kemantapan jalan per akhir 2025 berada di angka sekitar 86 persen.
“Artinya masih ada sekitar 200 kilometer jalan dengan kondisi kurang baik, baik rusak ringan maupun rusak berat,” jelasnya.
Selain mengandalkan APBD Kabupaten Cirebon, pemerintah daerah juga terus mengupayakan dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk percepatan perbaikan infrastruktur jalan.
Rezza menyebut, pada 2026 terdapat tiga ruas jalan kabupaten yang direncanakan mendapat bantuan penanganan dari pemerintah provinsi.
“Sekarang masih proses asistensi DED. Mudah-mudahan bisa terealisasi seperti bantuan provinsi tahun sebelumnya,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah ruas jalan di wilayah Pasaleman, Ciledug, Tonjong-Luwiasem, Kramat, Cisaat, Mandala hingga Pasawahan telah mendapatkan dukungan anggaran pembangunan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, untuk tahap ketiga lelang infrastruktur jalan, DPUTR menyiapkan sekitar 70 paket pekerjaan tambahan dengan nilai mayoritas di bawah Rp1 miliar dan tetap menggunakan konstruksi betonisasi.
“Kami targetkan proses lelang tahap ketiga selesai paling lambat September, sehingga setelah itu tinggal fokus pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” pungkasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post